Hadirkan Fakultas Kedokteran dan Magang Luar Negeri, Terobosan UMKU Kudus Siasati Kompetisi Dunia Kerja
KUDUS, VIVAJogja- Peluang kerja sama internasional seperti di Jepang dan Taiwan, kini sedang dijajaki pihak Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Sejumlah mahasiswa kampus setempat kini mengikuti program pelatihan bahasa asing khususnya bahasa Jepang.
Langkah tersebut sebagai persiapan mereka magang ke luar negeri. Saat ini, ada enam mahasiswa yang tengah menjalani pelatihan intensif selama enam bulan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kudus, Dr. Edy Soesanto mengatakan, magang tersebut akan diakui sebagai bagian dari Sistem Kredit Semester (SKS) perkuliahan.
"Untuk tahap awal, magang difokuskan di bidang kesehatan. Namun ke depan, program ini bisa dikembangkan untuk bidang teknik,” ujar Edy usai membuka Pelatihan Instruktur Dasar Nasional (PIDNAS) Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kudus.
Tak hanya itu, pihak UMKU juga menjalin komunikasi dengan institusi di Taiwan untuk program magang khususnya di bidang teknik.
"Sudah ada sekitar 10 hingga 15 orang mahasiswa UMKU yang telah berangkat magang ke Jepang, meskipun belum seluruhnya terdata secara terorganisir, " terang Edy pada Rabu (8/7/2025).
Edy menyebut bahwa program magang mahasiswa UMKU ada yang ditempatkan di panti jompo, rumah sakit dan klinik kesehatan. Sedangkan untuk bidang manufaktur memang belum dilakukan.
Tak hanya program magang kerja, kampus UMKU juga berencana membuka Fakultas Kedokteran.
Kini proses pendirian Fakultas Kedokteran terus dimatangkan. Fokusnya pada pemenuhan syarat akreditasi dan penguatan infrastruktur serta sumber daya manusia (SDM).
“Untuk bisa mendirikan Fakultas Kedokteran, syaratnya adalah akreditasi institusi harus unggul atau minimal 50 persen program studi yang ada harus terakreditasi unggul, " ucap Edy.
Karena itu, pihak UMKU sedang menyiapkan SDM dan sarana-prasarana pendukung berdirinya Fakultas Kedokteran.
Diantaranya pembangunan gedung baru empat lantai yang dimulai pada Oktober 2025 di area depan kampus utama UMKU.
"Gedung ini nantinya akan disambung dengan bangunan tujuh lantai. Sedangkan program studi kesehatan dipusatkan di kampus utama dan Prodi non-kesehatan akan difokuskan di kampus dua, " paparnya.
Disisi lain, UMKU fokus mempersiapkan dosen berkualifikasi doktor. Saat ini ada sekitar 40 dosen kampus setempat yang sedang menempuh pendidikan S3.