Komisi D DPRD DIY Dorong Optimalisasi Situs Kauman Plered jadi Wisata Budaya dan Religi
- jogja.viva.co.id/Wuri D
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Komisi D DPRD DIY melakukan kunjungan kerja ke Cagar Budaya Situs Kauman Plered Kamis (10/7/2025) sebagai monitoring terkait penataan situs cagar budaya poros Mataram Islam.
Ketua Komisi D DPRD DIY RB Dwi Wahyu menyatakan situs Masjid Plered masuk ke dalam rumpun kebudayaan. “Pembangunannya pasti menggunakan Dana Keistimewaan, jadi kami ingin melihat keadaannya," kata RB Dwi Wahyu, Ketua Komisi D DPRD DIY disela-sela kunjungan kerja ke Situs Cagar Budaya Situs Kauman Plered, Bantul Kamis (10/7/2025).
Komisi D pun mendorong optimalisasi pengembangan situs-situs budaya sebagai wisata budaya dan religi salahsatunya situs cagar budaya situs kauman plered.
"Saya pingin situs-situs yang ditemukan itu harus di tidaklanjuti dengan konsep bagaimana situs-situs ini tidak hanya sekedar mengetahui peninggalan tetapi bagaimana ini juga salah satu pemberdayaan ekonomi. Maka situs-situs yang seperti ini harus dikonsep beda, pasti konsepnya pariwisata berbasis budaya," lanjutnya.
Pengembangan pariwisata situs cagar budaya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Tapi sekali lagi harapan kami ini harus tidak lanjuti konsep pariwisata supaya nanti di sekitar ini juga akan tumbuh perekonomian di masyarakat," imbuhnya.
Diakui RB Dwi, dibutuhkan manajemen tata kelola yang baik supaya kawasan cagar budaya ini menjadi daya tarik pariwisata karena segmennya yang berbeda.
"Selain dari sekolah, dari kelembagaan pendidikan, peneliti-peneliti di luar negeri sebetulnya ini menjadi daya tarik luar biasa selain Borobudur dan Prambanan," lanjut RB Dwi.
Menurut RB Dwi, sebetulnya di DIY ini banyak situs-situs yang pantas untuk diteliti. Namun tentu memerlukan anggaran yang besar.
"Maka ya, kita berdoa. Semoga penghantaran RAPBN di Agustus besok dana keistimewaan kita bisa naik atau minimal kembali ke 1,432 triliun harapan kami. Supaya kami bisa menemukan situs-situs yang harus kita rawat," katanya.
Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY Anton Prabu Semendawai berharap ada pengembangan lanjutan ekskavasi situs kauman plered ini. Situs Cagar Bidaya Plered ini menjadi penting karena merupakan bagian sejarah dimulainya Yogyakarta.
"Jadi kita sebagai orang Jawa, orang Jogja ya kita melihat Jogja ini sejarahnya dimulai juga di Plered ini, di Kota Gede, juga di Kerto. Jadi zamannya Sultan Agung kan di Kerto. Nah, di sini itu putranya Amangkurat 1 berpindah ke Plered ini. Dan dari kunjungan ini kan kita melihat fakta-fakta sejarah bahwa masjid ini dibangun di zaman Amangkurat 1 dan setelah penyerangan Trunojoyo rumah-rumah pangeran dibakar tapi tidak masjid ini.