100 Siswa Miskin Resmi Masuk Sekolah Rakyat di Wonosobo, Difasilitasi Gratis Plus Kurikulum Berkualitas

Sekda Wonosobo berikan semangat para siswa Sekolah Rakyat.
Sumber :

WONOSOBO, VIVAJogja - Sebanyak 100 siswa resmi masuk Sekolah Rakyat tingkat Menengah Atas di Kabupaten Wonosobo pada tahun 2025 ini. Ratusan siswa tersebut bakal mendapatkan pendidikan gratis selama sekolah di Sekolah Rakyat ini.

img_title Polisi Tangkap Residivis Narkoba di Wonosobo Bawa Sabu Siap Sedot

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Wonosobo, Anik Wulandari Permana menjelaskan, bahwa sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data desil 1 atau mewakili 10 persen penduduk termiskin.

Selain itu, berasal dari data desil 2 yang mencakup kelompok rumah tangga yang berada pada peringkat 11 sampai 20 persen terbawah dalam tingkat kesejahteraan sosial berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

img_title Petani Talunombo Digerojok Bibit Padi Unggul Gratis, Perkuat Program Kemandirian Pangan Wonosobo

Sekda Wonosobo ingatkan para siswa Sekolah Rakyat serius belajar

Photo :
  • -

Menurut Anik, SRMA 35 Wonosobo ini berkomitmen menyediakan pendidikan berkualitas secara gratis bagi 100 siswa. Dengan Komposisi siswa yang terdiri dari 40 siswa laki-laki dan 60 siswa perempuan.

img_title Truk Molen Masuk Jurang di Watumalang Wonosobo, Sopir Tewas Tergencet

"Hari ini, kami ingin mengawal dan menjalankan apa yang telah di intruksikan oleh Presiden RI, yang mana tujuannya untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui bidang pendidikan," ungkapnya.

Dengan kekuatan 19 guru dan 6 tenaga kependidikan, Anik berkomitmen mengelola potensi siswa. Caranya melalui pembangunan karakter agar mereka berdaya guna dan tidak mewarisi kemiskinan dari orang tuanya.

"Kegiatan belajar mengajar di sekolah ini masuk dalam kategori tahap 1B program nasional, yakni gelombang kedua dari 100 Sekolah Rakyat yang dibangun oleh Pemerintah Pusat, setelah pelaksanaan tahap 1A di beberapa provinsi," jelasnya.

Kabupaten Wonosobo, katanya, menjadi salah satu daerah terpilih dalam tahap 1B. Fasilitas penunjang pendidikan, termasuk, asrama, ruang belajar, dan ruang pendukung lainnya, saat ini tengah menjalani proses rehabilitasi yang ditargetkan selesai dan mulai difungsikan pada akhir Juli 2025.

"Seluruh siswa nantinya akan tinggal di asrama dengan sistem layanan penuh, termasuk pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui penyediaan makan tiga kali sehari serta dua kali pemberian makanan selingan," ungkapnya.

Lebih dari itu, dalam hal kurikulum, proses pembelajaran akan mengacu pada Kurikulum Nasional, namun disesuaikan dengan pendekatan khas Sekolah Rakyat yang menekankan pembentukan karakter, penguatan kemandirian, dan pengembangan potensi anak secara holistik.

Sementara itu, Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo menyampaikqn, bahwa saat ini untuk asrama dan ruang kelas sedang dalam proses rehabilitasi oleh Kementerian PUPR setelah melalui proses lelang.

Halaman Selanjutnya
img_title