DIY Kempanyekan Becak Kayuh Listrik untuk Malioboro Ramah Lingkungan

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mencoba becak listrik.
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Dinas Perhubungan DI Yogyakarta, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, menggelar Kampanye Penggunaan Becak Kayuh Bertenaga Listrik sebagai langkah nyata mendukung transformasi Kawasan Malioboro menjadi area rendah emisi dan ramah lingkungan.

img_title Sri Sultan Tegaskan Kepemimpinan Dinilai dari Jejak Kerja, Bukan Kursi Jabatan

Kampanye tersebut akan dilangsungkan di Kawasan Malioboro pada Jumat (18/07/2025) dan dihadiri oleh unsur pimpinan Pemerintah DIY beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD.

Acara ini juga melibatkan akademisi dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, serta Koperasi Angkutan Becak Kayuh Bertenaga Alternatif.

img_title KKP dan Pemda DIY Siapkan Budidaya Ikan Tematik, 64 Kalurahan Lolos Verifikasi

Program ini menegaskan komitmen Pemda DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk melestarikan becak sebagai moda transportasi ikonik Yogyakarta, sekaligus mengintegrasikannya dengan teknologi ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan amanat Gubernur DIY untuk menjaga harmoni semesta sesuai filosofi Hamemayu Hayuning Bawana.

Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti dalam keterangan tertulis menyatakan, kampanye ini menjadi tonggak komitmen bersama untuk mewujudkan Malioboro sebagai kawasan yang tidak hanya berbudaya, tetapi juga berkelanjutan secara lingkungan.

img_title Malioboro Bersiap Jadi Kawasan Pedestrian Bebas Emisi November 2026

Becak adalah identitas Jogja. Kini, melalui inovasi teknologi, kehadirannya menjadi lebih manusiawi, efisien, dan tetap bernilai historis. Becak kayuh bertenaga listrik atau pedal-assist electric tricycle didesain menyerupai becak tradisional, namun dilengkapi motor listrik untuk membantu pengayuh, terutama saat menanjak atau menempuh jarak jauh.

Kendaraan ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil dan tidak menimbulkan polusi suara. Becak Listrik menjadi simbol kemajuan yang tetap berpijak pada jati diri budaya. Dukungan teknologi pada pengayuh bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi mereka.

Dikatakan, kampanye ini merupakan bagian dari strategi besar penataan Kawasan Malioboro dan Sumbu Filosofi Yogyakarta (Tugu–Malioboro–Kraton–Panggung Krapyak) yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Fokus utama penataan adalah pengendalian kendaraan bermotor, pengurangan emisi karbon, serta peningkatan kualitas ruang bagi pejalan kaki, pesepeda, dan moda tradisional seperti becak.

Pemda DIY bersama Pemkota Yogyakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menggunakan becak kayuh bertenaga listrik saat berada di Kawasan Malioboro. Selain sebagai moda transportasi, becak Listrik mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, pelestarian tradisi, serta peningkatan kesejahteraan warga lokal.

Halaman Selanjutnya
img_title