Jalur Diplomasi Global Buka Peluang Ekspor Furnitur dan Kain Troso Jepara di Lima Negara
- arif
JEPARA, VIVAJogja- Peluang kerajinan furnitur sebagai produk unggulan Jepara menembus pasar global kini makin terbuka. Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan 300 pelaku usaha untuk melakukan ekspor ke berbagai negara potensial.
Kabar gembira ini diperoleh, usai Bupati Jepara Witiarso Utomo melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika serta Kementerian Luar Negeri RI baru-baru ini.
Pertemuan berlangsung di Pringgitan Pendopo Kartini Jepara. Fokus pembahasan adalah penguatan ekspor furnitur mebel ukir, termasuk kain tenun ikat troso ke pasar Asia Pasifik serta wilayah strategis lainnya.
Bupati Witiarso bersama Dirjen Asia Pasifik dan Afrika serta Kemenlu.
- arif
Sekretaris Ditjen Asia Pasifik dan Afrika, Trisari Dyah Paramita mengatakan, langkah ini merupakan kelanjutan diskusi tahun lalu dengan sejumlah pemangku kepentingan di Jepara. Tujuannya mendukung peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah.
“Kami ingin mendukung peningkatan ekspor furnitur, karena ini salah satu komoditas unggulan. Kalau ekspor naik, akan berdampak pada ekspor daerah secara keseluruhan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya segera mengidentifikasi negara tujuan ekspor, serta menjembatani pelaku usaha lokal dengan pembeli potensial di luar negeri. Upaya awal dilakukan dengan Filipina, disusul Korea, Malaysia, Uni Emirat Arab, India, dan Afrika Selatan.
Ia menambahkan, Dubai menjadi titik strategis karena menjadi hub ke berbagai negara Timur Tengah dan wilayah lainnya.
“Di Dubai ada pameran besar, INDEX. Buyer dari ratusan negara hadir di sana. Ini peluang besar untuk Jepara,” kata Trisari.
Selain mebel, peluang ekspor tenun troso juga akan diperluas. Bahkan kain produk local Jepara ini sudah banyak digunakan desainer ternama. Sesuai arahan Bupati Jepara, pihaknya akan perkuat lagi eksistensi Jepara di pasar internasional.
Sementara itu, Bupati Jepara H. Witiarso Utomo menyampaikan dukungannya terhadap upaya peningkatan ekspor daerah. Ia meminta pelaku usaha lokal untuk segera bersiap menghadapi pasar global. “Saya mendorong asosiasi dan pengusaha di Jepara menyiapkan 300 entitas atau perusahaan untuk kita bantu ekspor ke seluruh dunia,” ujarnya.
Mas Wiwit, sapaan akrab Bupati Jepara, menjelaskan bahwa saat ini penjajakan kerja sama dimulai dengan Filipina, dan akan diperluas ke negara-negara lain.