Tim Satgas Pangan Kudus Incar Penjual Beras Oplosan, Temuannya Ternyata Mengejutkan

Tim gabungan Satgas Pangan Kudus sidak lokasi penjualan beras.
Sumber :
  • arif

 

img_title Keluhan Warga Bikin Kantah Kudus Bergerak, Birokrasi Pengurusan Peralihan Tanah Dipangkas

KUDUS, VIVAJogja- Tim gabungan Satgas Pangan Kabupaten Kudus bergerak cepat atas temuan ratusan merk beras premium oplosan dari hasil penindakan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Petugas pun melakukan inspeksi mendadak di sejumlah lokasi penjualan beras di Kudus.

Sebanyak delapan lokasi agen dan distributor beras di wilayah Kota Kudus dan sekitarnya, disisir oleh Tim gabungan melibatkan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan serta Polres Kudus baru-baru ini.

img_title Srikandi Merdeka Cup 2026 Kebangkitan Sepak Bola Putri, Tujuh Negara Siap Bersaing di Supersoccer Arena Kudus

Sebelum inspeksi mendadak, tim melakukan rapat koordinasi antar Satgas Pangan dari tiga instansi. Rapat dilakukan di aula Dinas Perdagangan Kudus.

Seorang distributor beras di Kudus tunjukkan beras premium

Photo :
  • arif

img_title Timnas Garuda Putri U16 Terpikat Safin Pati Sports School U14, Latihan Bersama Jelang Laga Internasional

“Tim gabungan terjun ke lapangan untuk menyisir beberapa lokasi yang mendistribusikan atau menjual beras,” ujar Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus, Sonhaji.

Pemantauan langsung di lapangan, kata Sonhaji, bertujuan mengetahui ketersediaan barang dan memastikan harga eceran tertinggi (HET) di pasaran. Selain itu, mengetahui harga acuan pasar (HAP) dan memastikan apakah ada jenis beras yang dioplos di wilayah Kudus.

"Hari ini kami lakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan beberapa hal. Mulai dari stok barang, hingga issu terkait adanya beras premium yang dioplos," ucap Sonhaji.

Sonhaji menyebut, pengawasan dan pemantauan harga bahan pokok menjadi agenda rutin tim satgas pangan Kudus. Langkah ini untuk pengendalian inflasi daerah.

Dinas Perdagangan menggandeng beberapa instansi terkait, seperti bagian perekonomian, bidang ketahanan pangan, hingga Polres untuk pengecekan secara berkala.

Selain beras, tim Satgas Pangan Kudus juga mengecek gula pasir yang juga diduga melanggar mutu dan takaran.

"Tugas kami pengawasan dan pemantauan. Ini akan kami lakukan secara berkala setiap pekan. Jika ada pelanggaran, tetap akan ditindak oleh pihak yang berwenang," tegasnya.

Sonhaji menambahkan, inspeksi mendadak dilakukan sebagai respon dari isu yang sedang berkembang. Yakni  mengenai beras oplosan yang beredar di pasaran.

Namun dari hasil inspeksi mendadak kali ini, tim gabungan tidak menemukan adanya pelanggaran dalam penjualan beras di Kudus.

”Alhamdulillah sejauh ini tidak ditemukan adanya beras oplosan di Kudus. Nanti kita akan pantau lagi,” ujarnya belum lama ini.

Halaman Selanjutnya
img_title