Strategi Bupati Afif Wujudkan Zero Sampah, Wajibkan Bibit Tanaman Pengganti Karangan Bunga Hari Jadi Wonosobo
- ari
WONOSOBO, VIVAJogja - Menjelang puncak perayaan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo pada 24 Juli 2025, Pemkab Wonosobo mengeluarkan kebijakan yang unik dari perayaan tahun-tahun sebelumnya.
Melalui Surat Edaran Nomor: 600.4.15/0716/2025 tertanggal 18 Juli 2025, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengimbau agar karangan bunga ucapan selamat dalam perayaan Hari Jadi diganti dengan bibit tanaman.
Langkah ini tidak hanya bernuansa simbolis, tetapi juga praktis. Pemkab menilai bahwa karangan bunga kerap kali menjadi limbah pasca-acara dan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo.
Sebaliknya, bibit tanaman memiliki nilai guna yang lebih panjang, sekaligus mendukung gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan.
"Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, kami menghimbau untuk mengganti bentuk ucapan selamat berupa karangan bunga menjadi bibit tanaman produktif atau tanaman hias," ujar Afif.
Kebijakan ini tidak sekadar imbauan, melainkan disertai arahan teknis yang jelas. Beberapa poin utama dalam surat edaran tersebut di antaranya adalah pengganti karangan bunga adalah berupa bibit tanaman, seperti pohon buah seperti durian atau alpukat, tanaman hias, serta pohon pelindung.
Untuk bibit pohon buah minimal setinggi 1 meter, sementara tanaman jalan seperti asem jawa dan pohon sapu tangan harus setinggi 1,5 sampai 2 meter. Kemudian untuk tanaman yang diterima akan dikumpulkan dan ditanam di titik strategis di wilayah Wonosobo.
"Tanaman hias dalam pot tetap diperbolehkan dan akan digunakan untuk penataan taman kota. Kebijakan ini juga diharapkan dapat mendorong usaha tanaman hias lokal, sekaligus memperkuat sektor ekonomi hijau," jelasnya.
Inisiatif ini bukan muncul secara tiba-tiba. Kebijakan ini lahir dari gagasan yang pertama kali disampaikan Bupati Afif saat menghadiri peringatan Hari Air Sedunia di Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo beberapa waktu lalu.
Melalui surat edaran ini, kebijakan tersebut resmi diberlakukan secara luas dan menjadi bagian integral dari perayaan Hari Jadi Wonosobo tahun ini.
"Kebijakan ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga simbol semangat keberlanjutan dalam perayaan Hari Jadi ke-200. Di balik semarak perayaan, ada nilai jangka panjang yang kita tanam bersama—secara harfiah dan simbolis," lanjutnya.