Ziarah Pendiri Wonosobo Jelang Hari Jadi ke-200: Menyusuri Jejak Perjuangan KH. Asmorosufi dan Leluhur

Ziarah makam KH Asmorosufi salah satu tokoh pendiri Wonosobo.
Sumber :

 

img_title Polisi Tangkap Residivis Narkoba di Wonosobo Bawa Sabu Siap Sedot

WONOSOBO, VIVAJogja - Pemkab Wonosobo bersama tokoh masyarakat berziarah ke makam para pendiri dan pejuang daerah yang berjasa terhadap cikal bakal kelahiran kabupaten setempat. Tradisi ini dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-200 tahun.

Salah satu titik utama ziarah adalah Makam KH. Asmorosufi di Bendosari, tempat disemayamkannya salah satu tokoh sentral pembentukan Wonosobo.

img_title Petani Talunombo Digerojok Bibit Padi Unggul Gratis, Perkuat Program Kemandirian Pangan Wonosobo

Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Achmad Faqih dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa ziarah ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para tokoh pendahulu.

Perwakilan DPRD berziarah di makam leluhur masyarakat Wonosobo.

Photo :
  • -

img_title Truk Molen Masuk Jurang di Watumalang Wonosobo, Sopir Tewas Tergencet

"Sebagai pendiri dan tokoh sentral pembangunan Wonosobo, K.H. Asmorosufi telah memberikan warisan semangat yang tak ternilai. Inspirasi dan impian besar mereka menjadi tanggung jawab kita hari ini untuk diwujudkan," ujar Faqih pada Jumat (18/07/2025).

Menurut Faqih, agenda ziarah ini tidak hanya bersifat seremonial saja. Namun juga sebagai refleksi kolektif dalam membangun Wonosobo ke depan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Tradisi ini mempertegas pentingnya mengenang jasa para leluhur yang telah meletakkan dasar kebudayaan dan keislaman di wilayah Wonosobo dan sekitarnya,” terang Faqih.

Karena itu, Faqih mengajak seluruh masyarakat Wonosobo untuk menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendiri.

"Semangat kebersamaan, keikhlasan, dan gotong royong harus tetap menjadi pijakan kita. Ini bukan hanya soal masa lalu, tapi juga tentang bagaimana kita menyongsong masa depan Wonosobo," jelasnya.

Dalam suasana khidmat, keturunan ke-8 KH. Asmorosufi, Gus Achid Mu’afi, turut memberikan penjelasan sejarah leluhurnya. Menurutnya, KH. Raden Asmara Sufhi atau yang memiliki nama asli Asmorosufi adalah tokoh penyebar Islam yang berasal dari lingkungan keraton.

Ia menetap di Bendosari dan aktif berdakwah, serta mendirikan masjid dan pesantren yang menjadi cikal bakal persebaran Islam di Wonosobo.

"Mbah Asmorosufi adalah keturunan ke-9 dari Prabu Brawijaya V dan mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro melawan kolonial Belanda. Dakwah beliau dilanjutkan oleh anak dan cucunya yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah," ujar Gus Achid.

Tradisi khoul untuk mengenang KH. Asmorosufi terus dilestarikan oleh keluarga dan masyarakat setiap tanggal 11 Zulhijah di Masjid Bendosari, sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian nilai spiritual.

Halaman Selanjutnya
img_title