Wujudkan Lingkungan Ramah Anak, Sekolah di Kudus Didoktrin Anti Perundungan

Kehadiran Bupati Samani di SMPK kampanyekan sekolah ramah anak.
Sumber :

KUDUS, VIVAJogja- Lingkungan belajar yang aman, menyenangkan dan bebas dari bentuk perundungan, diharapkan terus tercipta di Kabupaten Kudus.

img_title Srikandi Merdeka Cup 2026 Kebangkitan Sepak Bola Putri, Tujuh Negara Siap Bersaing di Supersoccer Arena Kudus

Karena itu, Pemkab Kudus mengingatkan sinergi antara guru, orang tua dan siswa membangun karakter serta menjaga semangat belajar di sekolah.

Penegasan ini diungkapkan Bupati Kudus, Samani Intakoris saat kunjungan dan silaturahmi ke SMP Kanisius Kudus baru-baru ini. Kehadiran Samani untuk menegaskan komitmen sekolah ramah anak.

img_title Timnas Garuda Putri U16 Terpikat Safin Pati Sports School U14, Latihan Bersama Jelang Laga Internasional

Bupati Samani memantau MPLS di SMP Kanisius Kudus

Photo :
  • -

Tidak hanya di SMP Kanisus saja, sebelumnya Bupati Samani juga mengunjungi SMP Negeri 1 Kudus di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

img_title Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan BLT DBHCHT kepada Buruh Rokok

Bupati Sam’ani memberikan pesan edukatif dan menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, menyenangkan, serta menolak segala bentuk perundungan.

“Tidak boleh ada bullying. Para siswa harus senantiasa bersaing secara positif dalam belajar dan meraih prestasi,” tegasnya.

Samani juga mengingatkan pentingnya peran aktif guru dan orang tua dalam membimbing siswa selama masa transisi. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah diharapkan menjadi proses adaptasi yang menyenangkan, membangun rasa memiliki terhadap sekolah, serta memperkuat karakter siswa sejak dini.

“Kami sengaja menghadirkan orang tua untuk ikut apel. Semoga ini menjadi kesan luar biasa bagi anak-anak, bahwa orang tua hadir mendukung dan memantau pendidikan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kudus Abdul Rochim bersyukur atas kepercayaan masyarakat. Tahun ini, sekolah setempat menerima 254 siswa baru.

Abdul Rochim juga mengapresiasi kehadiran para orang tua yang mengantar anak-anaknya pada hari pertama sekolah.

“Ini bukti nyata keterlibatan orang tua dalam pendidikan. Kemitraan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan pendidikan,” jelasnya.