Bukit Sikunir Dieng Wonosobo : Surga Golden Sunrise Ramah untuk Pendaki Pemula
- Ari Sunandar
WONOSOBO, VIVAJogja - Di ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut, Bukit Sikunir berdiri megah sebagai salah satu titik terbaik untuk menyaksikan matahari terbit di Indonesia.
Terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, bukit ini tidak hanya menawarkan keindahan visual tetapi juga jalur pendakian yang ramah bagi siapa pun, termasuk pendaki pemula.
Nama 'Sikunir' berasal dari kata dalam bahasa Jawa, 'kunir' atau kunyit, mengacu pada semburat kuning keemasan khas yang mewarnai langit saat matahari mulai terbit yang kini dikenal sebagai 'Golden Sunrise'.
Bukit Sikunir salah satu titik terbaik melihat matahari terbit.
- Ari Sunandar
Salah satu pemuda Desa Sembungan, Kejajar, Sukron mengatakan setelah resmi dibuka sebagai destinasi wisata pada tahun 2009, Bukit Sikunir terus menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Pemandangan dari puncak Bukit Sikunir memang memukau. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati lanskap delapan gunung," ujar Sukron.
Kemegahan gunung yang bisa dilihat yaitu Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Prau, Slamet, Ungaran, hingga Gunung Lawu yang tampak samar dari kejauhan.
Selain itu, pemandangan Telaga Cebong yang berada di Desa Sembungan juga menambah keindahan pemandangan di sekitar Bukit Sikunir.
Bahkan kabut tebal yang sering menggelayut justru menambah pesona tersendiri, menciptakan kesan seolah sedang berdiri di atas awan.
Menurutnya, keunggulan lain dari Bukit Sikunir adalah medan pendakiannya yang relatif pendek dan tidak terlalu curam.
Dari titik awal pendakian di Desa Sembungan, waktu tempuh menuju puncak hanya sekitar 30 hingga 45 menit.
"Karena itu, Bukit Sikunir ini sangat cocok untuk pendaki pemula atau wisatawan keluarga yang ingin merasakan sensasi hiking ringan," jelasnya.
Untuk pendakian umumnya dimulai pukul 04.00 WIB. Tangga berbahan kayu dan besi serta papan petunjuk yang tersebar di sepanjang jalur memudahkan perjalanan, meskipun suasana bisa sangat gelap dan dingin.
Untuk menjaga kelestarian alam, pihak pengelola kini melarang aktivitas berkemah di area Bukit Sikunir. Larangan ini berlaku seiring tingginya angka kunjungan, terutama di musim libur.
Kepadatan pengunjung juga mengharuskan setiap orang untuk menjaga etika dan keamanan.