Terhimpit Kemiskinan, Warga di Kudus Berharap Putrinya Berkebutuhan Khusus Bisa Bersekolah Gratis
KUDUS, VIVAJogja- Keinginan anak untuk bersekolah adalah harapan umum bagi semua orang tua. Namun karena terhimpit keterbatasan ekonomi, membuat Ari Chumaedi terus berusaha agar putrinya tetap bisa bersekolah.
Meski Aryani Marwa Artika (8) tergolong anak berkebutuhan khusus, namun Ari tetap berharap putrinya bisa menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tidak berbayar.
Ari yang tinggal di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus ini, menyadari putrinya membutuhkan sekolah sesuai kondisi yang dialami putrinya yang mengalami Down Syndrome sejak lahir.
Ari ingin agar putrinya kelak bisa hidup mandiri di tengah keterbatasan yang menghimpitnya. Keterbatasan ekonomi orang tua dan keistimewaannya, menjadi penghalang bagi Aryani untuk bisa mengenyam pendidikan yang layak.
Aryani sempat tak bisa berjalan hingga umur tiga tahun, namun di usia delapan tahun justru menjadi seorang anak yang sangat aktif dan hingga kini belum bisa berbicara.
Saking aktifnya sering berlari-lari, hingga membuat Ari dan istrinya kualahan mengasuh putrinya. Karena kondisi itulah Aryani tidak bisa bersekolah di sekolah biasa.
Ari berharap agar putri pertamanya ini bisa bersekolah gratis di SLB yang berkenan menerimanya. Di tengah kebingungan yang dialaminya, Ary nekat menghubungi Bupati Kudus Samani Intakoris untuk meminta bantuan agar putri dapat bersekolah.
Komunikasi chat WhatsApp yang terjalin antara Ary dengan Bupati Samani Intakoris dilakukan pada Kamis (17/7/2025). Tak pernah disangka di benak Ary, Bupati Samani ternyata membalas keluhannya sebagai masyarakat kecil.
Bupati Samani membalasanya dengan memberikan kontak WhatsApp Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Keluarga Miskin Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Andy Suryanto.
”Saya sampai nekat menghubungi pak Bupati Kudus agar anak saya dapat dicarikan sekolah luar biasa yang gratis,” terang Ary yang ditemui pada Senin (22/7/2025).
Ary pun sangat berharap agar keluhannya itu bisa direspon Pemkab Kudus. Dengan satu harapan, putrinya dapat bersekolah.
”Harapan saya semoga ada perhatian dari pemerintah agar anak saya dapat bersekolah gratis,” tukas Ari yang bekerja serabutan ini.
Ari mengakui bahwa hingga umur tiga tahun putrinya belum juga bisa berjalan seperti anak-anak sebayanya. Kemudian ia mencoba melakukan terapi hingga bisa berjalan.