SLB Purwosari Kudus Siap Menerima Aryani Marwa Artika Bersekolah Gratis
KUDUS, VIVAJogja- Bak gayung bersambut, keinginan Aryani Marwa Artika asal Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus bisa bersekolah akhirnya direspon cepat pihak Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari Kudus.
Hal itu setelah Bupati Kudus Samani Intakoris menginstruksikan Dinas Sosial P3AP2KB Kudus dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, menindaklanjuti keluhan yang dialami orang tua bocah berusia delapan tahun dengan Down Syndrome.
Kedua institusi tersebut langsung berkoordinasi dengan SLB Purwosari Kudus, untuk memantau langsung kondisi anak Ari Chumaedi dirumahnya, Senin (22/7/2025).
Guru SLB Purwosari berinteraksi dengan Arya Marwa Atika
- -
Setelah melihat kondisi anak secara langsung, pihak SLB Negeri Purwosari memberikan kesempatan kepada Aryani Marwa Artika untuk mendapatkan pendidikan di sekolah berkebutuhan khusus tersebut.
Secercah harapan bagi masa depan Aryani Marwa Artika itu, diungkapkan salah seorang guru SLB Negeri Purwosari yang mendatangi rumah kedua orangtuanya.
”Tadi saya sudah berkoordinasi dengan tim asesmen sekolah dan guru kelas I. Kami masih menunggu rekomendasi dari psikolog,” ujar Kukuh Imanda Sabrang, guru SLB Purwosari
Pihak SLB setempat berencana mendatangkan psykolog dan tim assessment untuk bisa menentukan materi pendidikan yang cocok bagi putri Ari Chumaedi itu.
Imanda menyebut, rekomendasi psikolog meliputi berbagai hal. Diantaranya hasil tes dari psikolog untuk tes IQ dan berbagai hal lainnya.
”Kami ingin mengetahui juga apakah anak tersebut memiliki hambatan atau tidak. Hambatan itu nantinya yang akan menjadi pedoman kami di sekolah,” tukas Imanda.
Langkah selanjutnya, kata Imanda, pihak SLB Purfwosari berkoordinasi dengan tim asesmen dari sekolah dan guru kelas I yang nantinya menjadi guru dari anak tersebut.
Imanda menegaskan, SLB Purwosari tidak ada pungutan biaya apapun dan semuanya gratis. Hal itu juga berlaku untuk semua siswa yang bersekolah di SLB yang berada di Kelurahan Purwosari Kudus ini.
”Bisa sekolah di SLB Purwosari dan gratis. Siswa yang bersekolah di sekolah kami juga semuanya gratis,” ucap Imanda.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Keluarga Miskin, Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Andy Suryanto menambahkan, rekomendasi dari psikolog terkait kondisi Aryani memang sangat dibutuhkan.