Kredit Rumah Bersubsidi di Kudus Kurang Diminati, Bank Jateng Sediakan Rumah Super Murah Rp160 Juta
- arif poernomo
KUDUS, VIVAJogja- Bank Jateng memberikan kemudahan bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berpenghasilan rendah, untuk bisa mendapatkan kredit rumah bersubsidi.
Pada tahun ini, Bank Jateng Kudus siap memfasilitasi 20 ribu unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kudus. Namun sejak diluncurkan Pemerintah Pusat, program rumah subsidi di Kudus sepi peminat.
Peminat kredit kepemilikan rumah dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) bagi ASN dan PPPK berpenghasilan rendah di Kudus masih dalam hitungan jari.
Bank Jateng Kudus memfasilitasi 20 ribu unit rumah bersubsidi murah
- arif poernomo
Progam KPR FLPP yang diselenggarakan Bank Jateng ini baru diminati empat ASN berpenghasilan rendah, sebagai solusi kepemilikan rumah dengan harga terjangkau.
Meskipun telah disosialisasikan kepada ASN dan pegawai PPPK di Kudus, tampaknya program ini tidak terlalu diminati dibandingkan kredit rumah secara komersial.
“Dari 6.705 ASN yang ada di Kudus, baru empat orang yang telah melakukan kredit rumah bersubsidi di wilayah Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu Kudus,” ujar Pemimpin Cabang Bank Jateng Kudus, Risdiyanto pada Kamis (24/7/2025).
Pemimpin Cabang Bank Jateng Kudus Risdiyanto
- arif poernomo
Faktor pemicu minimnya peminat ASN dan pegawai PPPK untuk kredit rumah bersubsidi ini, kata Risdiyanto, karena harga tanah di Kudus tergolong mahal.
Risdiyanto menilai kalangan ASN cenderung melakukan kredit rumah secara komersial di atas Rp 250 juta, dibandingkan mengikuti program rumah bersubsidi yang nilainya sebesar Rp 160 juta.
"Harga tersebut untuk tipe luas 60 meter persegi dan terbagi menjadi dua kamar," terang Risdiyanto.
Risdiyanto menjelaskan, program kepemilikan rumah bersubsidi baru menyasar ke kalangan pegawai ASN dan PPPK. Sedangkan program kredit rumah bagi masyarakat umum, masih perlu dipertimbangkan mengingat kemampuan membayar angsuran.
"Masyarakat umum sebenarnya bisa, tetapi perlu dianalisis dulu pengajuannya sesuai teknis dari bank pusat, karena melihat kemampuan mengangsur juga," terangnya.
Risdiyanto menilai, kredit rumah untuk ASN berpenghasilan rendah dapat menjadi solusi bagi ASN di Kudus yang belum memiliki rumah.
Pihaknya mendorong agar program ini lebih dilirik oleh masyarakat khususnya pegawai ASN. Sehingga mereka bisa mempunyai rumah dengan harga yang lebih terjangkau.