Mahasiswa UMK Verifikator Data RTLH, Gubernur Jateng : Agar RTLH Tepat Sasaran ke Warga Miskin

Ahmad Luthfi berdialog dengan para mahasiswa KKN UMK
Sumber :
  • arif poernomo

KUDUS, VIVAJogja- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa Universitas Muria Kudus tahun 2025 berbeda tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

img_title Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan BLT DBHCHT kepada Buruh Rokok

Kali ini, KKN tematik yang dilakukan 1.910 mahasiswa UMK khusus untuk membantu verifikasi dan validasi data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan keluarga miskin di masing-masing desa yang ada di Kabupaten Kudus.

Program KKN Tematik di UMK ini, merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama (MoU) antara Pemprov Jateng dengan 44 rektor perguruan tinggi di Jateng, salah satunya dengan UMK.

img_title Ring Tinju Jateng Mati Suri, Ahmad Luthfi Siapkan Gebrakan Besar dari Solo

Gubernur Jateng tabuh gong tandai pelepasan KKN mahasiswa UMK KKN

Photo :
  • arif poernomo

Penerjunan ribuan mahasiswa dalam program KKN ini, dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di kampus  UMK pada Selasa (22/7/2025). Mereka akan diterjunkan ke 132 desa pada 9 kecamatan di Kabupaten Kudus.

img_title Boncengan ke Embung, Ahmad Luthfi Dibonceng Bupati Karanganyar, Warga Langsung Salfok

 Luthfi menyebut, data rumah tidak layak huni di Jawa Tengah sekitar 1.022.113 unit. Pada tahun 2025 ini, Pemprov Jateng menggelontorkan bantuan renovasi 17.000 RTLH di 35 kabupaten/ kota.

 “Jadi jumlahnya (RTLH) beragam. Tergantung pada wilayah yang akan menerima. Tugas mahasiswa KKN ini untuk validasi dan verifikasi data, yang nanti akan disinkronkan dengan data kita, sehingga RTLH ini tepat sasaran dan tepat fungsi kepada masyarakat yang berhak menerima,” jelas gubernur.

Mahasiswa memiliki nilai dan energi lebih, karena itu kata Luthfi, mereka harus lebih kreatif. Pihaknya juga berpesan dalam melaksanakan KKN Tematik RTLH ini, mereka bisa memberikan data yang akurat kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Kalau melakukan verifikasi jangan hanya check list. Kamu foto, kamu wawancara: apakah miskin ekstrem itu hanya rumah saja, punya anak berapa, anaknya sekolah atau tidak, gajinya berapa, kebutuhan makan berapa kali, apakah punya pekerjaan tetap,” pesannya kepada ribuan peserta KKN tematik.

 Luthfi menegaskan, verifikasi dan validasi yang dilakukan tidak hanya tentang unit RTLH-nya saja. Namun banyak faktor lain yang juga dapat dijadikan acuan bagi pemerintah dalam memberikan bantuan-bantuan.

“Inilah gunanya kolaborasi bersama universitas. Dengan KKN tematik ini, diharapkan mahasiswa dengan segala kelebihannya, mampu menjabarkan basis pembangunan di desa,” katanya.

 Luthfi menyebut mahasiswa “KPK RTLH” yang bertugas mengawal agar bantuan rumah tepat sasaran dan memberikan efek nyata bagi kesejahteraan warga desa.

Halaman Selanjutnya
img_title