Himbara Kucurkan Bantuan ke Kopdes di Pati, Bupati Sudewo : Hibah Tidak Gratis !

Bupati Sudewo zoom meeting nasional di Kopdes Sokobubuk Margorejo
Sumber :
  • arif poernomo

PATI, VIVAJogja- Keberhasilan pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pati tidak semata bergantung pada bantuan pusat saja. Namun juga dipengaruhi kreativitas dan tanggung jawab masing-masing pemerintah desa.

img_title Selangkah Lagi Juara, Safin Pati U17 Harus Puas Runner Up Piala Soeratin Jateng 2026

Pemerintah pusat bakal memberikan dukungan penuh kepada Koperasi Merah Putih di Kabupatn Pati melalui Himpunan Bank Negara (Himbara). Namun bantuan tersebut bukanlah dalam bentuk hibah gratis. 

Pengelolaan Kopdes butuh kreatifitas pengelola dan pemerintah desa

Photo :
  • arif poernomo

img_title Safin Pati FC U15 Juara Piala Soeratin Jateng 2026, Tuntaskan Dendam Kekalahan Dua Tahun Lalu

"Bantuan itu tidak diberikan cuma-cuma. Ada tanggung jawab, ada tantangan. Koperasi ini harus dididik agar mandiri. Kalau hanya bantuan tanpa tanggung jawab, hasilnya akan hilang begitu saja," ujar Bupati Pati, Sudewo.

Pesan mengejutkan itu dilontarkan Bupati Sudewo, saat mengikuti peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih oleh Presiden RI melalui sambungan Zoom Meeting.

img_title Ketika Suara Warga Menggema di DPR RI, Musik dan Pesta Rakyat Menggelegar di Alun-Alun Pati

Kali ini Sudewo menunjuk lokasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo Pati sebagai tempat penyelenggara zoom meting.

Acara yang diikuti Wakil Bupati Pati, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda, Dandim 0718/Pati, perwakilan Kapolresta Pati, para kepala OPD terkait, serta para camat.

Sudewo juga menyoroti keistimewaan Desa Sukobubuk yang menjadi lokasi kegiatan. Pemilihan Sukobubuk sebagai percontohan bukan atas rekomendasi pribadi. Namun dari hasil seleksi alami dari Kementerian Koperasi dan LPDB.

Sudewo menyebut, Desa Sokobubuk unggul karena faktor sumber daya manusia. Selain itu, bukan semata potensi alam atau letak geografis yang dimiliki desa setempat.

"Kepala Desa Sukobubuk tidak pernah saya arahkan secara khusus. Tapi hasil pemantauan menunjukkan bahwa SDM di sini lebih menonjol. Ini jadi pembeda utama dibanding desa-desa lain," ujar Bupati.

Ia menyampaikan bahwa Sukobubuk terpilih karena mampu menunjukkan inisiatif, konsistensi, dan kesiapan yang lebih dalam mengembangkan koperasi desa. Meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan geografis, namun semangat dan kualitas SDM menjadi penentu keberhasilan.

Sudewo menyampaikan, peluncuran program Koperasi Desa Merah Putih oleh Presiden merupakan langkah strategis membangun ekonomi kerakyatan berbasis Pancasila.

"Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini merupakan program unggulan. Bapak Presiden sangat berharap koperasi ini bisa berjalan, eksis, dan berkembang. Karena koperasi ini diharapkan mampu mengubah tatanan sosial dan ekonomi di desa," jelas Sudewo.