Konser Orkes Romansa di Jepara Makan Korban, Seorang Mahasiswa Tewas dan Dua Orang Terluka

Warga bertakziah ke rumah korban pengeroyokan
Sumber :
  • Ist

JEPARA, VIVAJogja- Kemeriahan pertunjukan Orkes Romansa di Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara berubah tragedi.

img_title Witiarso dan Abdul Wachid Kompak Dorong Transformasi KUA, Tak Lagi Sekadar Urus Nikah

Seorang pemuda bernama Muhammad Rangga Alan Saputra (20) tewas usai menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal. 

Korban yang merupakan Desa Balong Kecamatan Kembang Jepara bersama dua rekannya, VK (22) dan RD (20), sebelumnya datang di lokasi pertunjukan orkes.

img_title PT Samwon Jepara Tutup Setelah 11 Tahun Beroperasi, 680 Karyawan Terkena PHK

Lokasinya bertempat di pinggir Jalan Raya Jepara–Kembang KM 06, tepatnya di depan TK Desa Jinggotan. Usai acara selesai, ketiga korban pulang dengan satu sepeda motor Honda PCX warna hitam.

Korban duduk di bagian depan dan di tengah perjalanan, mereka dicegat oleh sekitar enam orang tak dikenal yang diduga berasal dari Dukuh Depok, Desa Kancilan.

img_title Pipa Pecah Sepanjang 200 Meter Sebabkan Kurang Air Bersih, 600 KK di Desa Tunahan Terdampak

Tanpa banyak bicara, kawanan pelaku mengeroyok dan memukuli korban dan saksi dicegat. Korban mengalami luka parah dan sempat memuntahkan darah malam harinya.

Korban akhirnya meninggal di rumah pada keesokan harinya pada Sabtu pukul 11.00 WIB.  Akibat kejadian pengeroyokan tersebut membuat VK (22) dan RD (20) yang merupakan warga Desa Balong juga mengalami luka ringan.

Sedangkan Muhammad Rangga Alan Saputra meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya.

Kapolres jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasubsi Penmas Humas Polres IPDA Eko mengatakan, polisi langsung memburu ke enam pelaku pengeroyokan. 

Enam pelaku yang ditangkap polisi yakni BD (21), warga Desa Kancilan dan MF (18), warga Desa Kancilan. Empat pelaku lainnya DK, AL, SL dan AR masih bawah umur. 

“Seluruh pelaku saat ini sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut. Kami juga masih mendalami motif aksi pengeroyokan tersebut,” ujar Ipda Eko.

Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso  pun berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Selain itu, meminta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri.