Hasil Kunjungan Menteri Desa PDT di Pati, Sejumlah Desa Berpeluang Dijadikan Desa Ekspor
- arif poernomo
PATI, VIVAJogja- Potensi sektor perikanan di desa yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Pati bisa disinergikan dengan kerja sama yang telah dibangun bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pengembangan wilayah.
Karena itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto potensi perikanan dan potensi desa lainnya perlu dioptimalkan untuk dikerjasamakan dengan Menteri KKP.
"Jika desa-desa di pesisir punya nila salin, bandeng, udang, dan potensi lain yang perlu dioptimalkan, akan kami follow up dengan KKP," ujar Mendes Yandri saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pati baru-baru ini.
Kunjungan Mendes PDT Yandri Susanto di Pati disambut Bupati Sudewo
- arif poernomo
Yandri juga menyebut peluang pembentukan desa-desa ekspor di Kabupaten Pati. Selanjutnya menjadikan peran desa sebagai penyedia lauk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yandri mengakui bahwa awalnya Menteri KKP dijadwalkan ikut ke Pati. Namun batal hadir karena dipanggil Presiden. Meskipun demikian, sinergi antara kementerian tetap berjalan untuk mendukung pengembangan desa secara konkret.
Tak hanya itu, Mendes PDT, Yandri Susanto juga menyebut bahwa kemajuan Kabupaten Pati tidak bisa dicapai hanya oleh satu pihak. Pihaknya menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor.
“Bupati Pati tidak bisa sendirian mewujudkan kemajuan Kabupaten Pati. Namun membutuhkan kolaborasi tim yang solid,” ucap Yandri.
Yandri menambahkan, kolaborasi itu juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Ia menilai desa-desa di Kabupaten Pati memiliki banyak potensi yang perlu diberdayakan secara maksimal. Namun hal itu tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Desa telah menandatangani sekitar 70 MoU dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sementara itu, Bupati Sudewo mengungkapkan, bahwa Pati telah bersinergi dengan KKP dalam program Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Pati Utara, sebuah program nasional yang hanya mencakup 11 kabupaten di Indonesia.
Setelah acara di pendopo, rombongan menteri melanjutkan kunjungan lapangan ke tambak budidaya nila salin di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, sebagai bagian dari upaya penguatan potensi lokal.