Potensi Ikan Nila Salin di Pati Siap Tembus Pasar Ekspor, Menteri Desa Jajaki Negara Lain
- arif poernomo
KUDUS, VIVAJogja- Menteri Desa PDT Yandri Susanto mendukungan penuh pengembangan primanan nila salin di Kabupaten Pati. Pihak Kementerian siap mencari offtakertaker atau pengumpul hasil budidaya, serta mencarikan negara tujuan ekspor untuk menampung hasil panen ikan nila.
Komitmen itu disampaikan Yandri, saat kunjungannya di sentra petambak ikan nila salin di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Yandri pun sudah mendengar persoalan para petambak ikan, diantaranya tentang pakan, pemasaran, dan teknis budidaya.
“Tadi sudah kita urai semua persoalan yang ada. Insya Allah, kami ingin desa ini berdaya, desa ini menjadi pusat ekonomi dengan nila salin, apalagi dikaitkan dengan makan siang bergizi yang membutuhkan ikan banyak," jelas Menteri Desa PDT.
Yandri menjanjikan akan mencari offtakertaker atau pengumpul hasil budidaya ikan nila salin asal Pati. Kemudian mencarikan negara tujuan ekspor untuk menampung hasil panen ikan nila.
"Tujuannya tentu untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani", tukas Yandri.
Senada dengan Menteri Desa, Dirjen Perikanan Budidaya KKP juga menyoroti tiga persoalan utama yakni pakan, teknis budidaya, dan pemasaran. Untuk pemasaran, Dirjen menyebutkan bahwa Menteri Desa telah memberikan solusi.
Sementara itu, terkait masalah teknis, pelatihan "jantanisasi" atau maskulinisasi ikan nila akan diselenggarakan pada 30 Juli 2025 di Pati. Pihaknya akan menugaskan staf dari Balai untuk memberikan pelatihan. Khusus untuk masalah pakan, pastinya ada selisih.
“Mudah-mudahan ini bisa menjawab apa yang menjadi persoalan kita semua. Semoga dalam lima tahun ke depan paling tidak sudah ada ikan nila salin Kabupaten Pati yang terbang menuju Jeddah, Arab Saudi," tutur Dirjen Perikanan Budidaya KKP.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat, diharapkan budidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati dapat berkembang pesat, dan dapat mengatasi berbagai kendala, dan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah serta Jawa Tengah.
Bupati Pati Sudewo mengajak Menteri Desa PDT dan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP meninjau lokasi tambak budidaya ikan nila salin di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu.
Kunjungan ini bertujuan mendengar dan melihat langsung upaya pembudidaya dalam mengatasi berbagai persoalan untuk mengembangkan ikan nila salin di wilayah tersebut.