Proyek Jembatan Bikin Warga Sambiroto di Pati Tak Lagi Terisolir saat Banjir

Bupati Sudewo tinjau proyek jembatan Desa Sambirejo Kecamatan Gabus,
Sumber :
  • arif poernomo

PATI, VIVAJogja- Permasalahan aksesibilitas yang selama ini dihadapi masyarakat yang kerap terisolir saat musim penghujan langsung direspon cepat Pemkab Pati. Solusinya yakni menghadirkan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah di Kecamatan Gabus.

img_title Selangkah Lagi Juara, Safin Pati U17 Harus Puas Runner Up Piala Soeratin Jateng 2026

Untuk memantau progress pembangunan jembatan, Bupati Pati Sudewo meninjau di dua lokasi proyek jembatan. Yakni di Dukuh Sokolangu dan Sambiroto serta di Desa Karaban

Kehadiran jembatan baru diharapkan memberi kemudahan transportasi dan meningkatkan mobilitas warga. Selain itu, mempermudah akses ekonomi, serta mempercepat distribusi hasil pertanian.

img_title Safin Pati FC U15 Juara Piala Soeratin Jateng 2026, Tuntaskan Dendam Kekalahan Dua Tahun Lalu

Bupati Sudewo bersama anggota DPRD Pati pantau proyek di Desa Karaban

Photo :
  • arif poernomo

“Jembatan ini semula lebarnya hanya 2 meter, jadi mobil tidak bisa lewat. Kemudian pendek, kalau banjir sampah tersangkut menjadikan banjir lebih besar,” ujar Sudewo pada Minggu (27/7/2025).

img_title Ketika Suara Warga Menggema di DPR RI, Musik dan Pesta Rakyat Menggelegar di Alun-Alun Pati

Kini jembatan baru dibangun lebarnya 7 meter, sehingga mobil bisa berpapasan saat melintas dari arah berlawanan. Konstruksi jembatan juga ditinggikan, sehingga ketika banjir tidak ada sampah yang tersangkut.

“Dengan jembatan baru ini, warga Dukuh Sokolangu dan Sambiroto tidak lagi terisolir, karena dapat langsung terhubung ke jalan raya,” terang Sudewo.

Tak hanya itu, Bupati Sudewo juga meninjau pembangunan jembatan di Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Minggu (27/7). Pembangunan ini menjadi salah satu prioritas Pemkab Pati membuka akses transportasi antar desa.

“Jembatan ini merupakan penghubung vital antara Desa Tlogoayu, Karaban dan Desa Wuwur. Pembangunan ini direalisasikan atas aspirasi anggota DPRD Pati, Mas Abid, bersama Kepala Desa Karaban,” ucap Sudewo.

Sebelumnya, kata Sudewo, jembatan ini hanya memiliki lebar 2 meter. Kemudian posisinya lebih rendah dari badan jalan, sehingga rawan tersumbat sampah saat banjir.

Pembangunan jembatan dengan anggaran Rp2,1 miliar ini, diharapkan memperlancar arus lalu lintas, khususnya untuk aktivitas angkutan hasil pertanian warga.

Dengan desain yang lebih kokoh dan lebar, mobilitas warga antar desa akan lebih mudah dan tidak terhambat kondisi cuaca. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa, DPRD dan warga mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.