Diduga Bermotif Perselingkuhan alias Cinta Segi Tiga, Pria asal Pati Tewas Dibantai Pelaku

Hasil otopsi Biddokkes Polda Jateng temukan luka di tubuh korban
Sumber :
  • istimewa

PATI, VIVAJogja- Misteri terbunuhnya KR (34) warga Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati secara perlahan mulai terungkap. Kematian korban dalam kondisi terikat dan dibuang di jurang, diduga karena tindakan kekerasan.

img_title Warga Pati Kesulitan Air akibat Kekeringan, Brimob Turun Tangan Kirim Dua Tangki dan Air Siap Minum ‎

Dari hasil otopsi yang dilakukan Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah menunjukan sejumlah luka akibat kekerasan. Yakni mengalami memar pada wajah, bahu, dada, dan perut korban. 

Dari informasi yang dihimpun, polisi kini masih mengungkap motif dibalik pembunuhan itu. Kabar yang berhembus, motif pembunuhan pria tersebut diduga karena persoalan cinta segitiga. 

img_title Selangkah Lagi Juara, Safin Pati U17 Harus Puas Runner Up Piala Soeratin Jateng 2026

Kapolresta Pati melalui Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Heri Dwi Utomo, mengaku masih terus mendalami motif pembunuhan korban tersebut.

"Dugaan karena cinta segitiga, namun hal ini (motif) masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kompol Heri saat dikonfirmasi.

img_title Safin Pati FC U15 Juara Piala Soeratin Jateng 2026, Tuntaskan Dendam Kekalahan Dua Tahun Lalu

Menurut Heri Dwi Utomo, otopsi mayat korban dilakukan di RSUD RAA Soewondo Pati pada Minggu (27/7/2025) usai ditemukan warga. Dari hasil otopsi itu, ditemukan adanya retakan pada tulang tengkorak serta pendarahan otak korban. 

"Luka-luka ini akibat pukulan benda tumpul dan pendarahan otak ini diduga menjadi penyebab kematian korban,"  ucap Heri. 

Dari hasil pemeriksaan medis, kata Heri, korban diperkirakan telah meninggal dunia sepekan sebelum jasadnya ditemukan di dalam jurang sedalam 20 meter. Jasad korban ditemukan tanpa busana dan dalam posisi terikat di leher dan kaki menggunakan tali tambang. 

Bahkan keterangan pihak keluarga korban melaporkan, KR sudah tidak pulang ke rumah selama satu minggu dan telah dilakukan pencarian. Korban sempat meninggalkan rumah sejak 19 Juli 2025 lalu.

Jasad korban ditemukan tanpa busana dan dalam posisi terikat di leher dan kaki menggunakan tali tambang pada Sabtu (26/7/2025).

"Jasadnya membusuk. Temuan-temuan medis ini memperkuat dugaan jika ini korban pembunuhan," tukas Heri. 

Setelah menerima informasi tentang penemuan jasad tersebut, Unit Inafis Polresta Pati mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil otopsi, kematiannya korban tidak wajar dan dugaan kuat korban dibunuh. 

Halaman Selanjutnya
img_title