Operasi Patuh Progo 2025 Berakhir, Polda DIY Fokus pada Edukasi dan Kesadaran Berlalu Lintas

Operasi Patuh Progo 2025
Sumber :
  • Humas Polda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Operasi Patuh Progo 2025 yang digelar oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama 14 hari, dari 14 hingga 27 Juli 2025, telah resmi berakhir. Sepanjang pelaksanaan operasi, tercatat sebanyak 25.497 pelanggaran lalu lintas yang terdiri dari 13.069 tindakan tilang dan 12.428 teguran. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5% atau 1.340 kasus dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 26.821 pelanggaran.

img_title Polda DIY Intensifkan Patroli Gabungan untuk Cegah Kenakalan Remaja di Masa Libur Sekolah

Adapun pelanggaran yang paling dominan meliputi kendaraan dengan STNK mati pajak, tidak memasang spion, tidak mengenakan helm, penggunaan knalpot yang tidak sesuai standar, serta pengemudi dengan SIM kadaluarsa. Meski jumlah pelanggaran masih tergolong tinggi, tren penurunan ini mencerminkan kerja keras aparat kepolisian dalam menegakkan aturan serta membangun budaya berlalu lintas yang lebih baik.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi, menekankan bahwa penindakan bukanlah satu-satunya tujuan dari operasi. “Kami berupaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas. Penindakan yang kami lakukan merupakan bagian dari edukasi, bukan sekadar menilang,” ujarnya.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

Pernyataan tersebut mempertegas arah kebijakan Polda DIY dalam mendorong perubahan paradigma masyarakat—dari sekadar takut ditilang menjadi sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas sebagai tanggung jawab bersama.

Hal senada disampaikan Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, yang mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat selama operasi berlangsung. “Kami melihat adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas. Ini adalah langkah positif menuju terciptanya budaya berlalu lintas yang aman dan nyaman di Yogyakarta,” ungkapnya.

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

Dengan berakhirnya Operasi Patuh Progo 2025, Polda DIY berharap semangat tertib berlalu lintas tetap terjaga. Masyarakat diimbau untuk terus mematuhi rambu-rambu, melengkapi surat-surat kendaraan, dan senantiasa mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

Tantangan ke depan adalah menjaga momentum ini agar tidak berhenti saat operasi selesai, melainkan menjadi bagian dari budaya berlalu lintas yang berkelanjutan di tengah masyarakat Yogyakarta.