Wonosobo Bidik Pasar Nasional Fokus Kembangkan Tembakau Unggul Lokal

Wonosobo gandeng BRIN uji multilokasi varietas lokal tembakau lokal.
Sumber :
  • ari sunandar

WONOSOBO, VIVAJogja - Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo menggandeng Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN melakukan uji multilokasi terhadap varietas lokal tembakau khas Wonosobo.

img_title Polisi Tangkap Residivis Narkoba di Wonosobo Bawa Sabu Siap Sedot

Langkah ini menjadi pintu pembuka bagi pelepasan varietas unggul yang legal, resmi, dan siap bersaing di pasar nasional. Program ini dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan akan dilaksanakan hingga 2027.

"Selama ini banyak varietas tembakau lokal Wonosobo yang berkembang, tetapi belum satupun yang dilepas secara resmi oleh Kementerian Pertanian,” ujar Kepala Bidang Hortikultura Dispaperkan, Sumanto pada Selasa (29/7/2025).

img_title Petani Talunombo Digerojok Bibit Padi Unggul Gratis, Perkuat Program Kemandirian Pangan Wonosobo

Tembakau berkontribusi besar kecperekonomian petani di Wonosobo

Photo :
  • ari sunandar

Padahal, kata Sumanto, tembakau merupakan komoditas penting yang berkontribusi besar terhadap perekonomian petani di Wonosobo. Kabupaten Wonosobo memiliki luas pertanaman tembakau kurang lebih 3500 hektare.

img_title Truk Molen Masuk Jurang di Watumalang Wonosobo, Sopir Tewas Tergencet

“Dengan produksi mencapai kurang lebih 2.887 ton, terdiri dari tembakau rajangan  dan garangan. Komoditas ini menyumbang sekitar 37,78 persen terhadap pendapatan petani,” terangnya.

Sayangnya, produktivitas dan mutu hasil tembakau rakyat cenderung rendah karena benih yang digunakan belum terstandarisasi dan terus-menerus diperbanyak secara lokal tanpa pemurnian.

“Banyak petani menanam benih dari berbagai sumber, sehingga varietas lokal semakin tercampur dan sulit diidentifikasi. Ini berdampak langsung pada penurunan kualitas,” tukasnya.

Melalui kerja sama dengan BRIN, imbuh Sumanto, Pemkab Wonosobo menargetkan diperolehnya 2 hingga 4 varietas unggul spesifik lokasi, yang sesuai untuk tembakau rajangan maupun garangan khas Wonosobo.

“Total ada 13 varietas yang diuji, terdiri dari 11 varietas lokal yang dikembangkan petani dan 2 varietas pembanding,” ungkapnya.

Beberapa varietas lokal yang diuji antara lain Cemparang dari Desa Reco (Kertek), Gober Sobo dari Butuh (Kalikajar), Kripik dari Bowongso, Jowo Kenongo dari Kejajar, hingga Kopeng Endong dan Pelus dari Watumalang. Varietas pembanding meliputi Kemloko 5 yang sudah dilepas Kementerian Pertanian dan satu benih dari petani.

Sumanto memaparkan, proses penelitian terbagi dalam 4 tahap. Dimulai pada tahun 2023 yang difokuskan untuk exsplor jenis-jenis tembakau lokal yang berkembang di lapangan.

Kemudian tahun 2024 difokuskan pada uji daya hasil, mutu, dan morfologi varietas. Dilanjutkan uji multilokasi di tiga lokasi berbeda pada 2025-2026.

Halaman Selanjutnya
img_title