Warga Sabrang Giripurwo Girimulyo Kuras Sumur Berusia Ratusan Tahun

Warga Girikerto gelar tradisi menguras mata air
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Warga Padukuhan Sabrang, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo menggelar tradisi ngrapyak sumur atau tradisi menguras dan membersihkan mata air.

img_title Pemkab Kulonprogo dan Baznas Kucurkan Rp 440 Juta, 22 Keluarga Kini Miliki Rumah Layak Huni

Tokoh masyarakat Padukuhan Sabrang Karna mengatakan tradisi ngrapyak sumur telah berumur ratusan tahun. Seperti namanya, ngrapyak berarti menguras atau membersihkan. Sedangkan, penamaan sumur mengacu pada sumber mata air tinggalan nenek moyang yang masih mengalir hingga sekarang.

"Tradisi ini turun-temurun, bentuk wujud syukur, dan merawat pemberian alam. Ada empat titik mata air di padukuhan kami, Sumber Sabrang, Pancuran, Sumur Lanang, dan Jetak," ucap Karna di sela-sela kegiatan Ngrapyak sumur, Jumat (01/08/2025).

img_title Penantian Lima Tahun Berakhir, Warga Palihan Akhirnya Terima Kepastian Ganti Rugi Bandara YIA

Bagi masyarakat sekitar, empat sumur yang sudah berusia ratusan tahun ini bukan hanya warisan leluhur. Namun, sumur merupakan bentuk pertolongan Tuhan saat musim kemarau melanda. Menurut Karna, meski kedalaman sumur kurang dari tiga meter dengan letak di atas perbukitan, sumur itu tak pernah kering. "Ini berkah yang luar biasa bagi kami, karena saat musim kemarau pun debit airnya tidak surut. Padahal airnya diambil terus menerus," ungkapnya.

Dalam kegiatan ngrapyak ini, ratusan warga padukuhan, akan menyebar di beberapa titik mata air. Mereka bergotong royong membersihkan area sekitar sumur.

img_title Bupati Kulonprogo Ingatkan Bahaya Judi Online, Radikalisme, dan Perundungan di SMPN 3 Kokap

Setelah itu, warga akan menguras sumur dengan menyedot air di dalam sumur yang sudah keruh  hingga habis. Warga juga mengeruk endapan tanah yang mengganggu jalannya rembesan mata air. Dinding batu padas yang memunculkan rembesan air juga dibersihkan dengan sikat.

Pembersihan sumur-sumur ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Setiap sumur berukuran 3 kali 2 meter membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk pembersihan. Debit air dari dasar sumur yang cukup kencang juga menyulitkan pembersihan dasar endapan sumur. Pembersihan sumur akan memperlihatkan hasil setelah satu jam menunggu. Hampir separuh sumur akan mulai terisi kembali.

"Malamnya, setelah pembersihan akan dilakukan kembul bujana di sekitar area sumur. Sumur akan kembali penuh saat tradisi kembul bujanan dilakukan di malam hari," tuturnya.

Sementara itu, Dukuh Sabrang Priyana menjelaskan banyak tradisi yang masih dilestarikan masyarakatnya. Seperti merti dusun, gumbregi, hingga nguras sumur. Masyarakat percaya tradisi yang dilestarikan akan memberikan timbal balik juga.

Halaman Selanjutnya
img_title