Tuan Rumah JKPI 2025, 58 Kabupaten-kota Kumpul di Yogya

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja – Organisasi jejaring antarkota yang memiliki kekayaan budaya dan Sejarah, Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) akan menggelar pertemuan di Kota Yogyakarta, pada 5–9 Agustus 2025 mendatang, dengan melibatkan 58 kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

img_title Kreativitas Daur Ulang Warnai Karnaval HUT ke-270 Kota Yogyakarta

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan bahwa pelaksanaan JKPI 2025 merupakan momentum penting untuk memperkuat jejaring kota pusaka dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Usai melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Hasto menyampaikan harapannya agar pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah DIY.

img_title Program Rumah Layak Pemkot Yogya, Lengkapi Akses Air Bersih

“Kami memohon arahan dari Sri Paduka agar pelaksanaan JKPI dapat berjalan dengan baik, mengingat kegiatan ini akan melibatkan lingkungan fisik, sosial, dan masyarakat secara langsung,” ujar Hasto di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Jumat (01/08/2025).

Menanggapi hal tersebut, Sri Paduka menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi, khususnya media sosial, sebagai sarana efektif untuk membangun partisipasi dan kesadaran masyarakat.

img_title Malam Kebangsaan di Balai Kota Yogya Teguhkan Semangat Persatuan dan Kedaulatan Ekonomi

“Venue kegiatan yang berada di tengah aktivitas masyarakat perlu mendapat perhatian khusus. Maka dari itu, mari manfaatkan media digital untuk menyampaikan informasi dan membangun keterlibatan publik,” tutur Sri Paduka.

Rangkaian Kegiatan

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menjelaskan bahwa JKPI 2025 akan menghadirkan beragam kegiatan yang memadukan unsur budaya, ekonomi kreatif, dan hiburan rakyat.

“Akan ada Pasar Malam Indonesia dan Indonesia Street Perform, di mana delegasi dari berbagai daerah akan menampilkan produk unggulan serta pertunjukan seni budaya. Selain itu, akan ada sesi menari bersama sebagai simbol kebersamaan,” ungkap Yetti.

Salah satu agenda utama adalah karnaval budaya yang akan melintasi kawasan Malioboro pada malam tanggal 6 Agustus.

“Seluruh delegasi akan berpartisipasi dalam karnaval dan pertunjukan seni di sepanjang Malioboro. Selain itu, Taman Budaya Embung Giwangan akan menjadi venue utama untuk pameran UMKM dan pentas budaya selama lima hari penuh,” tambahnya.

Dikatakan, JKPI 2025 diharapkan menjadi ajang kolaboratif antar daerah dalam memperkuat pelestarian warisan budaya dan memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat nasional. Dengan dukungan teknologi dan partisipasi aktif masyarakat, Yogyakarta siap menyambut para tamu dari seluruh penjuru negeri.

Halaman Selanjutnya
img_title