1960 Mahasiswa UIN Kudus Terjun ke Masyarakat, Program KKN Hadirkan Solusi Sederhana dan Berdampak
- arif poernomo
KUDUS, VIVAJogja- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi ruang belajar dan menempa diri bagi mahasiswa Universitas Islam Sunan Kudus. Selain itu, mahasiswa peserta KKN harus belajar dari kearifan lokal masyarakat dan hadirkan solusi sederhana dan berdampak.
Himbauan itu dilontarkan Wakil Rektor I UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag, saat memberangkatkan 1.960 mahasiswa UIN Sunan Kudus mengikuti program KKN Tahun 2025.
Pelepasan mahasiswa KKN melalui apel di lapangan Rektorat UIN Sunan Kudus. Apel diikuti para pimpinan dan pejabat di lingkungan UIN Sunan Kudus, para jajaran LPM, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta panitia kegiatan KKN 2025.
Program KKN UIN Kudus bagian penting tridharma perguruan tinggi
- arif poernomo
Ihsan menyebut, program KKN bukan hanya agenda tahunan saja. Namun merupakan bagian penting dari tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan KKN adalah wujud nyata kontribusi kampus terhadap pembangunan bangsa, terutama di pedesaan. Tahun ini kita mengangkat tema Pemberdayaan Potensi Desa dan Penguatan Moderasi Beragama,” ujar Ihsan.
Menurut Ihsan, tema tersebut mengandung dua pesan utama. Yakni mahasiswa diharapkan mampu memetakan dan mengembangkan potensi desa dari berbagai aspek, seperti ekonomi, sosial-budaya, wisata, hingga teknologi.
“Kedua, memperkuat komitmen mahasiswa untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat yang majemuk,” ucap Ihsan.
Ihsan memaparkan, Program KKN tahun ini melibatkan 1.960 mahasiswa terbagi dalam 132 kelompok. Mereka ditempatkan di 132 desa dan kelurahan di Kabupaten Kudus.
“Ini merupakan amanah besar dari masyarakat Kudus dan pemerintah daerah yang harus dijaga dengan baik,” pinta Ihsan.
Beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan meliputi pemberdayaan UMKM, edukasi moderasi beragama, pendampingan posyandu dan pencegahan stunting. Selain itu, pengelolaan sampah, pencegahan pernikahan dini, serta penguatan literasi keagamaan.
Ihsan juga menginagtkan peserta KKN untuk menjaga etika dan akhlak sebagai duta kampus. Selain itu, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menyusun program yang realistis, serta mendokumentasikan setiap kegiatan.
“KKN harus menjadi ruang belajar dan menempa diri. Belajarlah dari kearifan lokal masyarakat, hadirkan solusi yang sederhana namun berdampak,” pungkasnya.