Bupati Kulonprogo Berharap Program "Kebudayaan dan Digitalisasi Saemaul" Terus Berkembang

Rangkaian kegiatan Saemaul Foundation di Kulonprogo
Sumber :
  • Humas Pemkab Kulonprogo

 

img_title DPRD Kulonprogo Dorong Penundaan Larangan Sampah Organik ke TPA Banyuroto, Usulkan Penerapan Bertahap

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan mendukung dan mengapresiasi kegiatan Saemaul Foundation menggelar Pentas Taekwondo Dojang Saemaul di Halaman Kapanewon Nanggulan, Kamis (7/8/2025).

Menurutnya Agung Setyawan, kegiatan ini mencerminkan sebuah hal penting, bahwa kolaborasi antarnegara tidak hanya soal diplomasi tingkat tinggi, tetapi juga bisa diwujudkan secara konkret di tingkat lokal, sperti di desa, di sekolah, di gelanggang olahraga seperti ini.

img_title Pemkot Yogyakarta Lepas 446 Mahasiswa KKN, Perkuat Kolaborasi Kampus untuk Bangun Kampung

"Inilah yang kami sebut sebagai people-to-people connection—hubungan yang dibangun dari hati ke hati, dari anak-anak hingga orang dewasa, lintas budaya dan bangsa," kata Agung.

Agung menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo siap mendukung penuh setiap inisiatif yang memperkaya wawasan anak-anak, memperluas keterampilan mereka, dan membangun ketahanan karakter generasi muda.

img_title 383 Jamaah Haji Kulonprogo Disambut Hangat, Pemkab Siapkan Peningkatan Layanan Haji 2027

"Kami berharap Program "Kebudayaan dan Digitalisasi Saemaul" tahun 2025 ini dapat terus berkembang," katanya.

Direktur Saemaul Foundation Seunghoon Hong, Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari program Pembangunan Desa Percontohan Saemaul di Kabupaten Kulon Progo.

"Pada bulan April 2025 Dojang Saemaul mulai dibentuk dengan melangsungkan pelatihan di halaman depan Kantor Kapanewon Nanggulan. Selanjutnya kegiatan pelatihan taekwondo pun resmi dimulai," katanya.

Saemaul Foundation juga telah memberikan dukungan berupa perlengkapan seperti seragam (dobok), matras, dan pelindung tubuh. Dan sejak april hingga juli ini telah berlangsung 80 sesi pelatihan dan akan ditambah 46 sesi lagi hingga bulan november, sehingga total terdapat 126 sesi pelatihan.

"Peserta pelatihan terdiri dari 30 siswa sekolah dasar dan 30 siswa sekolah menengah pertama. Program ini berkontribusi besar dalam peningkatan kebugaran fisik sekaligus pembentukan karakter anak-anak yang menjadi peserta pelatihan ini," jelasnya.

Program ini memadukan unsur budaya, digital hingga olahraga sehingga menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas warga, serta mendorong pembangunan di wilayah Kapanewon Nanggulan.  "Kami berharap program ini dapat menjadi contoh baik dalam kerja sama antara Indonesia dan Korea selatan di masa depan," harapnya.