Mahasiswa di Kudus Ditantang Hidupkan Semangat Pergerakan dan Penjaga Demokrasi Santun dan Beradab

Tiga narasumber FGD yakni Kapolres Kudus dan dua mantan aktifis
Sumber :
  • arif poernomo

KUDUS, VIVAJogja- Kalangan mahasiswa memiliki rekam jejak historis sebagai motor penggerak perubahan sosial dan politik di Indonesia. Dari masa perjuangan kemerdekaan hingga reformasi, mahasiswa tampil sebagai garda depan dalam menjaga idealisme bangsa.

img_title Keluhan Warga Bikin Kantah Kudus Bergerak, Birokrasi Pengurusan Peralihan Tanah Dipangkas

Namun di tengah era demokrasi saat ini, penyampaian aspirasi mahasiswa harus dilakukan secara cerdas, santun dan dalam koridor hukum. 

“Kita ingin suara mahasiswa didengar, tetapi tanpa menimbulkan gesekan atau gangguan ketertiban umum,” pinta Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo

img_title Srikandi Merdeka Cup 2026 Kebangkitan Sepak Bola Putri, Tujuh Negara Siap Bersaing di Supersoccer Arena Kudus

FGD bertema Peran Mahasiswa di Demokrasi dan Penyampaian Pendapat

Photo :
  • arif poernomo

Pesan penting Kapolres Kudus ini diungkapkannya saat hadir sebagai salah satu nara sumber Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Peran Mahasiswa dalam Demokrasi dan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, pada Jumat (7/8/2025). 

img_title Timnas Garuda Putri U16 Terpikat Safin Pati Sports School U14, Latihan Bersama Jelang Laga Internasional

Menurut Heru, FGD ini menjadi ruang terbuka untuk membangun komunikasi yang sejajar antara aparat keamanan dan kalangan intelektual muda. 

Ia berharap forum ini bisa mempererat sinergi antara kepolisian dan mahasiswa demi terwujudnya kehidupan demokratis yang sehat dan konstruktif.

Ungkapan senada juga dikatakan anggota DPRD Kudus Kholid Mawardi. Mantan aktifis mahasiswa ini  mengajak mahasiswa untuk kembali menghidupkan semangat pergerakan. 

Selain itu, Kholid mengajak mahasiswa menjadi pelopor perubahan. Sebab pasca-reformasi, gerakan mahasiswa cenderung mengalami stagnasi dan kehilangan arah.

“Kami mengapresiasi Polres Kudus yang telah memfasilitasi forum ini. Di tengah perubahan di tubuh kepolisian yang makin terbuka dan humanis, mahasiswa harus kembali aktif berada di tengah masyarakat. Jangan sampai kalah semangat dengan aktivis senior,” ungkapnya.

Kholid menyebut, berorganisasi bukan sekadar aktivitas kampus saja. Melainkan proses pembentukan karakter dan kepemimpinan masa depan.

Sementara itu, Ketua KPUD Kudus yang juga mantan aktivis, Ahmad Amir Faishol menggarisbawahi pentingnya peran mahasiswa sebagai pengawal demokrasi. 

Ia merinci peran strategis mahasiswa dalam kehidupan politik, antara lain sebagai agen perubahan, pendidik politik masyarakat, pengawas pemilu, dan penjaga kedaulatan rakyat.

“Mahasiswa harus menjadi penyambung lidah rakyat, namun juga harus menjaga netralitas dan menyuarakan aspirasi secara cerdas. Demokrasi tanpa kontrol publik akan kehilangan arah,” katanya.

Ia mendorong mahasiswa untuk terus kritis terhadap kebijakan publik, namun tetap menjunjung etika dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title