Nyali Bupati Sudewo Mlempem, Turunkan PBB P2 dan Rayu Warga Tak Unjuk Rasa

Bupati Sudewo siap turunkan PBB P2 bersamaan HUT Kabupaten Pati
Sumber :
  • arif poernomo

PATI, VIVAJogja- Bupati Pati Sudewo yang awalnya angkuh dengan tegas menerapkan kebijakan kenaikan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen, kini mulai melunak.  

img_title Ratusan Pesepakbola Muda Panaskan Gelora Soekarno Pati Incar Piala Presiden Grassroot 2026

Perubahan nyali Sudewo bak kerupuk disiram air ini, setelah diancam bakal didemo 50 ribu warganya yang menolak kebijakan yang dinilai mencekik leher warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Sosok Bupati dengan sejumlah kebijakan kontroversial ini, akhirnya berkenan menurunkan kenaikan PBB-P2 yang semula mencapai 250%. Pernyataan resmi itu disampaikan politisi Partai Gerindra ini, bertepatan saat perayaan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702 pada Kamis sore (7/8/2025).

img_title Kemeriahan Fun Game Skuad PWI Pati di Tengah Demam Piala Dunia 2026

Bupati Sudewo minta maaf atas tantangan aksi demo ke warga Pati

Photo :
  • -

Sudewo mengumumkan keputusan penting terkait Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Pendopo Kabupaten Pati. Sudewo berdalih keputusan itu tidak terlepas dari berbagai masukan, baik dari warga, tokoh masyarakat, pemerintah pusat, maupun provinsi.

img_title Tropi Juara Gala Siswa Indonesia Pati 2026 Sukses Diboyong Tim Safin Bina Bangsa

“Terkait dengan kenaikan pajak yang sampai dengan 250 persen, sesuai arahan Bapak Menteri Dalam Negeri dan arahan Bapak Gubernur Jawa Tengah untuk diturunkan dan itu juga sesuai dengan tuntutan warga Kabupaten Pati,” ujar Sudewo. 

Sudewo juga mengajak masyarakat Bumi Mina Tani untuk menjaga stabilitas dan kedamaian di tengah dinamika yang terjadi. Sudewo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dinamika yang terjadi menjelang peringatan hari jadi, termasuk insiden pada Selasa sebelumnya.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud melakukan perampasan. Kami hanya ingin memastikan kirab boyongan yang digelar lima tahun sekali ini dapat berlangsung lancar sesuai rute yang ditetapkan. Kami pun tidak pernah melarang atau menghalangi kegiatan penggalangan dana,” jelasnya.

Terkait pernyataannya yang menimbulkan kesalahpahaman di publik, Sudewo juga memberikan klarifikasi.

“Saya juga minta maaf atas pernyataan ‘lima ribu silakan, lima puluh ribu massa silakan’. Tidak ada niat untuk menantang rakyat, apalagi rakyat saya sendiri,” tegasnya.

Ia berkomitmen untuk terus terbuka terhadap kritik dan masukan demi kemajuan Kabupaten Pati. 

“Saya menyadari masih banyak kekurangan. Saya masih harus banyak belajar dan berguru. Saya terbuka terhadap semua masukan yang membangun demi Pati yang lebih baik,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title