Layanan Cek Kesehatan Gratis Sasar 38.679 Siswa, Termasuk Anak Putus Sekolah di Kota Magelang

Walikota Magelang menyapa plajar saat pemeriksaan kesehatan
Sumber :
  • ari sunandar

MAGELANG, VIVAJogja - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memulai program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak usia sekolah di SD Negeri 2 dan 3 Potrobangsan, Kota Magelang pada Jumat (08/08/2025).

img_title Stunting Bikin Pusing, Pemkot Magelang Luncurkan GENTING

Kick off program ini akan dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Tengah sebagai bagian dari program nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung visi Asta Cita.

Program ini menyasar 38.679 siswa, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga madrasah dan pondok pesantren, baik negeri maupun swasta. Pemeriksaan juga menjangkau anak-anak usia 7 hingga 17 tahun yang tidak lagi bersekolah atau putus sekolah.

img_title Kinerja Disdukcapil Magelang Capai 100 Persen, Aktivasi IKD Baru 38 Persen

Pemkot Magelang lakukan pemeriksaan kesehatan bagi anak usia sekolah.

Photo :
  • ari sunandar

"Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan menyeluruh di semua jenjang pendidikan. Ini bagian dari upaya menjaga generasi muda tetap sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr. Istikomah.

img_title Pejabat Pemkot Magelang Dikocok Ulang, Upaya Damar Solidkan Kabinetnya

Program ini, katanya, akan berlangsung selama lima bulan, dari Agustus hingga Desember 2025, dan mencakup pemeriksaan kesehatan sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD dan SMA, tersedia 13 jenis pemeriksaan kesehatan dan untuk tingkat SMP, tersedia 15 jenis pemeriksaan.

"Adapun rinciannya, untuk SD ada 12.854 siswa, SMP 11.012 siswa dan SMA/sederajat ada 14.813 siswa. Sluruh data siswa tersebut telah diidentifikasi melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan, madrasah, dan lembaga pendidikan non-formal," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kota Magelang menggandeng puskesmas, rumah sakit daerah, dan tenaga kesehatan profesional untuk pelaksanaan pemeriksaan massal ini.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono menegaskan, bahwa program ini tidak hanya terbatas pada anak-anak yang berada di bangku sekolah formal.

"Anak-anak yang putus sekolah juga akan tetap diperiksa kesehatannya. Ini bentuk keberpihakan kami agar tidak ada anak yang tertinggal dalam hal kesehatan," ujar Damar.

Ia juga menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah awal penting untuk deteksi dini berbagai potensi gangguan kesehatan di kalangan pelajar.

"Dengan pemeriksaan ini, kita bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan dengan lebih baik. Anak-anak yang sehat akan lebih siap menjalani aktivitas belajar dan meraih cita-citanya," pungkasnya.