Dana Bulan Dana PMI 2025 Tembus Rp1,9 Miliar, Tertinggi di Wonosobo Sepanjang Sejarah
- ari sunandar
WONOSOBO, VIVAJogja - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo menutup Bulan Dana tahun 2025 dengan catatan mengesankan. Dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat mencapai Rp1.904.713.030 melampaui perolehan tahun lalu yang berada di angka Rp1,6 miliar.
Capaian tersebut diumumkan dalam acara penutupan resmi di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo, Rabu
PMI himpun dana masyarakat Wonosobo mencapai Rp1.904.713.030
- ari sunandar
"Dana yang terkumpul ini akan dikelola secara transparan dan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kegiatan sosial kemanusiaan di Wonosobo," ujar Bupati Afif.
Menurut Afif, keberhasilan pengumpulan dana ini mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian sosial masyarakat. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam mendukung terselenggaranya program tahunan tersebut.
"Kegiatan Bulan Dana PMI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan manifestasi nyata solidaritas masyarakat dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan," tegasnya.
Ketua PMI Kabupaten Wonosobo, Heru Kurniawan menyebutkan, bahwa perolehan dana tahun ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan Bulan Dana di kabupaten tersebut.
“Tahun ini luar biasa. Capaian hampir Rp1,9 miliar ini adalah rekor tertinggi sejak pertama kali Bulan Dana dilaksanakan,” kata Heru.
Sebagai pembanding, pada tahun 2024 perolehan dana mencapai Rp1,6 miliar, sementara pada 2023, dari target Rp1,5 miliar, berhasil dihimpun Rp1,610 miliar. Artinya, tren kontribusi publik terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.
PMI memastikan seluruh dana yang dihimpun akan dikelola secara akuntabel. Menurut Heru, alokasi dana tahun ini dibagi menjadi beberapa pos, yaitu pertama sebanyak 50 persen untuk kegiatan pelayanan masyarakat, termasuk bantuan sosial dan tanggap darurat.
Kemudian 25 persen digunakan untuk biaya operasional, seperti gaji pengurus, insentif, seragam, hingga pajak kendaraan dan PBB, 20 persen dialokasikan untuk program pembinaan PMI serta 5 persen menjadi simpanan organisasi.
"Selain penggunaan dana yang jelas, PMI Wonosobo juga meningkatkan transparansi dengan menyediakan akses publik terhadap laporan keuangan melalui website resmi PMI Wonosobo," jelasnya.
Kembalinya partisipasi aktif dari siswa-siswi serta guru di lingkungan SMA/SMK, yang sebelumnya menyetorkan dana ke PMI Provinsi, katanya turut mendongkrak capaian tahun ini. Selain itu, sinergi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, dan lembaga pendidikan juga dianggap berperan besar dalam keberhasilan ini.