Sri Sultan Usulkan DIY Jadi Lokasi Transit Penerbangan Australia

Sri Sultan HB X dan Dubes Australia
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengusulkan agar Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dijadikan lokasi transit penerbangan jarak jauh dari Australia. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (11/08/2025).

img_title 15 Tahun KUSTOMFEST: “High Octane” Pacu Kreativitas Builder Kustom Indonesia

Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama antara DIY dan Australia di sektor pariwisata dan pendidikan. Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DIY, Imam Pratanadi, yang turut mendampingi Sri Sultan, menyampaikan bahwa Australia ingin meningkatkan jumlah wisatawan ke Yogyakarta.

“Bapak Gubernur mengusulkan kerja sama penerbangan agar rute dari Australia bisa transit di YIA. Tujuannya jelas, untuk mempermudah akses dan meningkatkan jumlah wisatawan Australia ke DIY,” ujar Imam.

img_title BPJS Ketenagakerjaan Gelar Jamsostek Award DIY 2026, Perkuat Kolaborasi Perlindungan Pekerja

Menurut data yang disampaikan Imam, lebih dari 1 juta turis Australia berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya. Namun, hanya sekitar 10.000 orang yang menjadikan DIY sebagai destinasi wisata. Dengan adanya rute transit di YIA, angka ini diproyeksikan meningkat signifikan.

“Usulan Ngarsa Dalem disambut positif oleh Duta Besar Rod. Meski tantangannya besar karena harus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI, kami optimis jika usulan ini terealisasi, dampaknya akan sangat besar bagi sektor pariwisata DIY,” tambah Imam.

img_title Kreativitas Daur Ulang Warnai Karnaval HUT ke-270 Kota Yogyakarta

Selain sektor pariwisata, Sri Sultan juga mendorong kerja sama pendidikan dengan Australia, khususnya dalam bidang teknologi. Bentuk kerja sama yang diusulkan meliputi beasiswa, pelatihan, dan pendampingan pengembangan teknologi.

“Duta Besar Australia juga mengapresiasi pelestarian budaya di Yogyakarta, termasuk penggunaan bahasa Jawa di bandara. Beliau menegaskan komitmen Australia untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia, termasuk DIY,” jelas Imam.

Dalam kunjungan perdananya ke Yogyakarta sebagai Duta Besar, Roderick Brazier menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap budaya lokal. “Hari ini merupakan kehormatan besar bagi saya dan pemerintah Australia karena diterima oleh Ngarsa Dalem. Saya berharap lebih banyak warga Australia bisa menikmati keindahan Yogyakarta candi-candi, kuliner seperti gudeg, dan tentu saja Keraton Yogyakarta yang sangat istimewa,” ungkap Brazier.

Halaman Selanjutnya
img_title