UMY Berangkatkan 59 Jemaah Umrah: Penghormatan untuk Dosen, Pensiunan, dan Tokoh Persyarikatan
- Humas UMY
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan komitmennya dalam memuliakan para pendidik dan tokoh persyarikatan. Sebanyak 59 jemaah yang terdiri dari dosen aktif, karyawan purna tugas, dan tokoh Muhammadiyah diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umrah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka terhadap kampus dan gerakan dakwah.
Pelepasan rombongan berlangsung khidmat pada Jumat (15/8) di ruang sidang lantai 5 Gedung AR Fachruddin A, Kampus Terpadu UMY. Keberangkatan menuju Tanah Suci dijadwalkan pada Rabu (21/08/2025), dengan masa ibadah selama sembilan hari.
Dalam sambutannya, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMY, H. Arba Riskawan Qomaru, S.E., menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan ibadah umrah. Ia mengingatkan bahwa umrah adalah ibadah yang disebut secara eksplisit dalam Al-Qur’an sebagai bentuk penghambaan murni kepada Allah SWT.
“Ikhlas berarti menyingkirkan segala hal yang bisa mengotori tujuan ibadah. Dalam bahasa Jawa, menyingkirkan hal-hal yang ‘ngerikuni’ hati. Mari kita teguhkan niat dan jalani umrah ini dengan sepenuh hati,” pesan Arba.
Ia juga mengajak para jemaah untuk mendoakan kebaikan bagi UMY dan seluruh civitas academica, sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab spiritual terhadap kampus yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.
“Apa pun peran kita di kampus, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun pensiunan, semua adalah bagian dari keberadaan UMY saat ini. Mohon doakan agar UMY terus berkembang dan memberi manfaat luas,” tambahnya.
Direktur SDM dan Organisasi UMY, Prof. Dr. Sri Nabawiyah Nurul Makiyah, S.Si., M.Kes., bersama perwakilan PT Surya Citra Madani, Taufiqurrahman, memastikan seluruh persiapan keberangkatan telah rampung. Visa telah diterbitkan, vaksin meningitis dan polio telah lengkap, dan rombongan akan transit di Jakarta sebelum terbang ke Arab Saudi.
“Suhu di Arab Saudi pada Agustus bisa mencapai 46°C. Penting untuk menjaga kesehatan dan asupan cairan selama ibadah,” ujar Taufiqurrahman.
Rombongan akan dibagi dalam dua bus, masing-masing didampingi oleh mutawwif dan mutawwifah dari PCIM Arab Saudi, serta tim pendamping kesehatan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.