Dugaan Keracunan MBG di Sleman: 379 Siswa Terdampak, Pemeriksaan Masih Berlangsung

Keracuanan MBG di Sleman
Sumber :
  • bing image creator

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sleman terus bertambah. Hingga Jumat malam, Dinas Kesehatan Sleman mencatat total 379 siswa terdampak.

img_title Jelang MBG Kembali Berjalan, Tiga Dapur di Karanganyar Diusulkan Dievaluasi, Ini Penyebabnya

Gejala seperti mual, pusing, dan diare mulai dirasakan sejak Rabu pagi (13/08/2025), sehari setelah para siswa mengonsumsi menu MBG berupa rawon lengkap dengan nasi, buah, dan sayur. Kejadian ini melibatkan empat sekolah di Kecamatan Mlati: SMP Muhammadiyah 1 Mlati, SMP Muhammadiyah 3 Mlati, SMP Pamungkas, dan SMP Negeri 3 Mlati. Sampai Sabtu (16/08/2025) satu (1) siswa masih dirawat di RSA UGM Sleman.

Diketahui, dari 1.880 siswa penerima MBG, sebanyak 379 melaporkan mengalami gejala, sebagian besar ditangani di Puskesmas Mlati I dan II, 23 siswa dirujuk ke rumah sakit,  19 ke RSUD Sleman dan 4 ke RSA UGM.

img_title Pemkot Yogyakarta Gelar Seleksi Beasiswa Prestasi Kelurahan 2026, Nilai TKA dan TKAD Jadi Penentu

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman dr Khamidah Yuliati menyatakan, sampai Jumat malam, hanya satu siswa yang masih menjalani rawat inap di RSUD Sleman. Seluruh pasien sudah diperbolehkan pulang.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan siswa ditanggung pemerintah melalui skema BPJS. “Masyarakat tidak dibebankan sedikit pun. Dinkes, Dinsos, dan BPJS sudah berkoordinasi untuk memastikan penanganan terbaik,” tegasnya.

img_title Festival Jamu Nusantara Dorong Tradisi Minum Herbal Jadi Gaya Hidup Modern

Semantara itu, Polresta Sleman telah mengambil langkah investigatif dengan mengamankan sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Forensik Semarang. Sampel yang diperiksa meliputi rawon, bumbu, buah, nasi, serta muntahan siswa.

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setianto Erning Wibowo, menyatakan bahwa penyedia MBG bersikap kooperatif dan telah diperiksa.

Diketahui, 379 siswa dari empat SMP di Kecamatan Mlati, mengalami gejala seperti mual, pusing, dan diare. Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah rawon, lengkap dengan sayur dan buah pendamping.

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dinas Kesehatan dan kepolisian telah mengambil sampel makanan untuk diuji di Labfor Semarang. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pemerintah melalui BPJS.

Sebagai langkah pencegahan, distribusi MBG di sekolah-sekolah terdampak telah dihentikan sementara hingga hasil uji laboratorium keluar dan evaluasi menyeluruh dilakukan.

Halaman Selanjutnya
img_title