Pertamina Gandeng PKK Kota Semarang Dorong Pemanfaatan Jelantah Jadi Rupiah dan Apresiasi Driver Ojol
- VIVA Jogja/Stefy Thenu
Semarang, VIVA Jogja – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama Tim Penggerak PKK Kota Semarang terus mendorong pemanfaatan minyak jelantah melalui program green movement UCO (used cooking oil) atau Ubah Jelantah Jadi Rupiah.
Inisiatif ini mengajak masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak bekas pakai, melainkan mengubahnya menjadi sumber energi terbarukan sekaligus tambahan pendapatan.
Program ini memungkinkan masyarakat menukarkan minyak jelantah dengan saldo e-wallet melalui aplikasi MyPertamina.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Aribawa, menyampaikan hingga kini program tersebut telah berhasil mengumpulkan sekitar 1.700 liter minyak jelantah dari masyarakat dengan nilai monetisasi mencapai Rp9,7 juta.
“Alhamdulillah, progres program UKLEG berjalan baik. Awalnya hanya ada satu titik pengumpulan di SPBU Coco Sultan Agung, kini akan ditambah tiga titik baru, yaitu di SPBU Kedung Mundu, SPBU Coco Gombel, dan lokasi program CSR di wilayah Tugu. Dengan penambahan titik ini, masyarakat akan lebih mudah menyalurkan minyak jelantahnya,” jelas Aribawa.
Ia menambahkan, minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar ramah lingkungan untuk pesawat.
“Ini adalah kontribusi nyata bagi penyediaan energi hijau di Indonesia sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat dari limbah rumah tangga,” ujarnya.
Selain itu, Pertamina juga meluncurkan sejumlah program dalam rangka HUT ke-80 RI, antara lain promo hemat Rp450 untuk pembelian Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dex Series pada 17 Agustus, serta promo cashback pembelian Bright Gas melalui aplikasi MyPertamina.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Ny. Listyati Purnama yang dikenal sebagai Ny Iswar Aminuddin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, program ini selaras dengan gerakan PKK yang sejak lama telah mendorong pilah sampah dari tingkat kecamatan hingga dasawisma.
“PKK Kota Semarang sudah terbiasa menggerakkan masyarakat memilah sampah. Kini dengan adanya program ini, masalah minyak jelantah bisa lebih mudah diatasi. Minyak bekas jangan dibuang, tapi dikumpulkan karena bisa menjadi pendapatan tambahan keluarga sekaligus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ungkapnya.