Keseruan Karnaval Pedagang Pasar Kliwon Kudus, Tetap Semangat di Tengah Lesunya Omset

Karnaval Pedagang Pasar Kliwon Kudus tanpa ganggu aktifitas berjualan.
Sumber :
  • arif poernomo

KUDUS, VIVAJogja- Di tengah lesunya perekonomian dan sepinya pembeli, namun tak membuat kalangan pedagang di Pasar Kliwon Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kehilangan semangat merayakan HUT ke 80 Kemerdekaan Indonesia. 

img_title Bupati Kudus dan Gubernur Jateng Serahkan BLT DBHCHT kepada Buruh Rokok

Kobaran semangat masih tertanam di hati para pedagang pasar terbesar di eks Karisidenan Pati ini.  Seperti yang dilakukan sejumlah pedagang di Pasar Kliwon Blok D lantai 1 Timur, mereka antusias menggelar karnaval tanpa mengganggu aktifitas berjualan. 

Pedagang Pasar Kliwon tetap semangat di tengah lesunya pembeli

Photo :
  • arif poernomo

img_title Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemkab Kudus Gelar Doa Bersama

Sejumlah pedagang yang mengikuti karnaval ini berkeliling pasar, sebagian besar berjualan pakaian, menggelar pawai keliling blok pasar pada Minggu (18/8/2025).

Agenda ala pedagang pasar kali ini, dilakukan digelar dalam rangkaian peringatan sederhanan HUT ke-80 Republik Indonesia. Juga sekaligus bentuk keprihatinan semakin merosotnya omzet pedagang di pasar setempat.

img_title Bacakan Pidato Kepala BPIP, Bupati Kudus Ingatkan Pancasila Bukan Sekadar Simbol

“Kondisi yang kami alamai (pedagang pakaian di pasar) dipicu masifnya persaingan platform marketplace dan lapak dagang di media sosial yang,” ujar Setio Budi sang penggagas panitia karnaval Pasar Kliwon.

Setio Budi menyebut, agenda ini menjadi cara pedagang untuk mempromosikan dagangan secara langsung kepada masyarakat.

“Kami ingin mengangkat kembali nama Pasar Kliwon. Jangan sampai kalah sama online. Ini bentuk keprihatinan sekaligus promosi dagangan agar pembeli kembali datang,” cetus Setio Budi yang juga pedagang konveksi celana kolor.

Dalam karnaval itu rutenya memang tidak jauh. Mereka berjalan menyusuri dan mengitari kawasan pasar yang berada di Desa Rendeng Kudus.

Tak hanya itu, peserta karnaval ini juga membawa serta dagangan mereka saat pawai. Dagangan yang mereka bawa mulai dari celana kolor, daster, hingga pakaian sehari-hari yang selama ini menjadi ciri khas dagangan di Pasar Kliwon.

Peserta karnaval kali ini mencapai sekitar 70–100 pedagang. Mereka berharap kegiatan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri, mengingat pengunjung pasar setempat semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir.

“Keluhan utama pedagang adalah sepinya pembeli. Sekarang orang lebih banyak belanja lewat marketplace atau sosial media. Kalau dibiarkan, daya beli di pasar tradisional semakin menurun,” ungkap Setio Budi.

Setio mengakui bahwa omzet pedagang di Pasar Kliwon mengalami penurunan hingga 70 persen, jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
img_title