Banguncipto Sentolo Siapkan Kawasan Ekonomi di Exit Tol

Lurah Banguncipto, Boiran
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Wuri D

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo terus berupaya agar warganya merasakan dampak positif pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Kulonprogo yang melintasi wilayahnya.

img_title Porda DIY 2027 di Kulonprogo Siapkan 62 Cabor, KONI Matangkan Regulasi hingga Kesiapan Venue

Lurah Banguncipto, Boiran menjelaskan di wilayah Kalurahan Banguncipto terdampak paling banyak. Ada 536 bidang tanah dengan luasan sekitar 56 hektar terdampak pembangunan jalan tol. Tersebar di padukuhan Banaran Lor, Banaran Kidul, Bantarjo, Ploso, Bantar Kulon.

Dari jumlah itu baru bidang tanah di Banaran Lor yang telah dilakukan pembayaran ganti untung pembebasan lahan. Itu pun belum keseluruhan,masih tersisa 16 warga yang akan menerima pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) tahap kedua pada Selasa (26/08/2025).

img_title Suporter Ngentakrejo-Purwosari Berdamai, Tegaskan Persaudaraan Lebih Penting dari Hasil Pertandingan

"Yang sudah menerima UGR itu baru Banaran Lor sekitar 76 bidang. Tapi itu belum semuanya. Nanti akan disusul dengan pembayaran yang tahap kedua di hari Selasa tanggal 26 untuk 16 warga. Kalau untuk padukuhan lain belum ada pembayaran," terang Boiran di Sentolo Sabtu (23/8/2025).

Dijelaskan Boiran, pemkal mengadvokasi dan mengedukasi warganya yang terdampak pembangunan jalan tol agar benar-benar mendapatkan manfaat dari pembangunan jalan tol ini.

img_title Ribuan Bibit Pohon Ditanam di Samigaluh, Upaya Jaga Menoreh dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

"Kami selaku pemerintah Kalurahan selalu mengadvokasi dan mengedukasi warga masyarakat, satu untuk bisa mendukung program pemerintah. Yang kedua prinsip  warga tidak dirugikan. Kemudian yang ke ketiga, pemanfaatan ganti rugi ataupun ganti untung harus secara bijak. Artinya tidak boleh untuk hal-hal yang tidak prioritas. Akhirnya itu saya amati dan saya evaluasi itu warga kami di Banaran Lor itu rata-rata untuk aset tanah sama bikin rumah," urai Boiran

Menurut Boiran, pihaknya selalu melakukan pendekatan ke masyarakat untuk memastikan pemanfaatan uang ganti untung secara bijak, sehingga ekonomi masyarakat tetap terjaga.

"Rumah pun saya sarankan untuk tidak usah mewah-mewah tetapi cukup. Artinya bisa untuk memenuhi unsur kesehatan dan keamanan. Kami kan selalu turun ke RT-RT setiap ada pertemuan. Sehingga itu sudah kita advokasi sejak jauh-jauh hari.

Kita sarankan juga kalau beli mobil ya monggo tapi ya yang sewajarnya saja tidak usah berlebihan," tuturnya.

Meski UGR merupakan hak pribadi warga, Boiran mengaku juga menyarankan ke warga untuk mengatur dengan bijak manajemen keuangannya. "Prinsip gini, kami menyarankan jangan kemudian ditaruh di barang semua, tapi ada yang di rekening gitu. Karena itu kalau ada hal-hal yang mendesak kan masih ada dana segar gitu ya," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya
img_title