'Never Ending Worship' di SMA Kudus: Ratusan Pelajar Nasrani Beribadah dan Gembira

Ibadah Never Ending Worship di SMA Mejobo Kudus
Sumber :

Ratusan pelajar nasrani dari berbagai SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus berkumpul dalam ibadah Never Ending Worship Season 2 bertema “Through the Oceans”.

img_title Congrat ! 36 Pebulutangkis Muda Indonesia Raih Super Tiket ke Babak Karantina di PB Djarum Kudus

Agenda ini digelar Forum Kerohanian Kristen (FKK) di lapangan indoor SMAN 1 Mejobo Kudus.

Lebih dari sekadar ibadah rohani yang pertama kali digelar di sekolah dan diikuti berbagai kalangan pelajar secara serentak, kegiatan ini menjadi ruang belajar kebersamaan dan toleransi lintas agama bagi generasi muda.

img_title Pos Kamling Jadi Lapak Judi, Aksi Enam Penjudi Kelas Teri di Kudus Dibongkar Polisi

Acara yang dihadiri lebih dari 250 siswa, mahasiswa, hingga guru agama Kristen dari berbagai sekolah tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Mereka berdoa, bernyanyi, dan berbagi sukacita. Namun di balik itu semua, terselip makna mendalam tentang bagaimana perbedaan dapat dirangkai menjadi kekuatan bersama.

img_title Miras Berserakan di Kaki Pegunungan Muria Kudus, Polisi Tergerak Swepping Penjualnya

Ketua MGMP Pendidikan Agama Kristen Kabupaten Kudus, Adrian Yulistyo, menegaskan bahwa keberhasilan acara tidak hanya ditentukan oleh partisipasi pelajar Kristen saja.

Banyak pihak dari latar belakang agama berbeda ikut membantu kelancaran kegiatan.

Adrian menyebut bahwa agenda tersebut sebagai pelajaran toleransi yang nyata dalam kehidupan sehari hari.

"Anak-anak belajar bahwa keberagaman bukan penghalang, justru menjadi kekuatan. Saat kegiatan keagamaan Islam, non-Kristen juga saling membantu. Begitu juga sebaliknya, mereka mendukung penuh acara seperti ini. Inilah wajah Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” katanya pada Rabu (27/8/2025) malam.

Pembina FKK Kudus, Kornelis, menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah membentuk pelajar Kristen yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga mampu hidup berdampingan dengan siapa pun.

“Kami ingin anak-anak punya komunitas yang positif, aktif, dan bisa saling menghargai. Dengan menggelar acara di sekolah, kami ingin menegaskan identitas mereka sebagai pelajar yang bagian dari masyarakat luas, bukan eksklusif,” ujarnya.

Dari lapangan SMAN 1 Mejobo Kudus, ratusan pelajar dari berbagai sekolah ini diharapkan pulang membawa pesan, perbedaan adalah anugerah yang membuat mereka semakin kuat bersama.

Suasana penuh sukacita dirasakan para peserta. Salah satunya, Cathrine Florencia Wijono, siswi kelas XII SMK RUS Kudus, mengaku senang bisa berjumpa dengan teman-teman dari sekolah lain.

Halaman Selanjutnya
img_title