Sri Sultan HB X Ingatkan Kepala Daerah: Jaga Stabilitas dan Bijak dalam Bertindak

Sri Sultan HB X saat menerima demonstran di Mapolda DIY
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas wilayah masing-masing. Pernyataan ini disampaikan menyusul berbagai dinamika sosial yang belakangan muncul di ruang publik. "Setiap kepala daerah harus berperan aktif dalam membangun dan menjaga daerahnya dari potensi instabilitas," ujar Sri Sultan, Sabtu (30/08/2025) di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan.

img_title Pemkot Yogyakarta Dorong Penguatan Potensi Kelurahan untuk Ungkit Ekonomi Lokal

Sultan menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyelenggarakan berbagai aktivitas, baik seni, sosial, maupun kegiatan seremonial.

Menyoroti fenomena viral yang kerap muncul di media, seperti aksi joget-joget di ruang parlemen yang ditayangkan di televisi. Menurut Sultan, kejadian semacam itu sering kali merupakan bagian akhir dari sebuah acara, namun dipotong dan disajikan seolah-olah menjadi inti kegiatan. "Itu bisa menimbulkan persepsi negatif dan menciptakan 'kotoran' di ruang publik," tegasnya.

img_title Job Fair Kota Yogyakarta 2026: Ribuan Lowongan Kerja dan Komitmen Dunia Usaha Inklusif

Sultan mengajak semua pihak, terutama pejabat publik, untuk lebih peka terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. "Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial kita. Jangan sampai perilaku kita justru memperlebar jurang antara kaya dan miskin," katanya.

Menyinggung filosofi Jawa tentang “umpan-papan”, yakni kemampuan seseorang untuk menempatkan diri secara bijak sesuai dengan lingkungan dan situasi. Menurutnya, perilaku pejabat harus mencerminkan rasa, bukan sekadar pikiran. "Kalau hanya berpikir, orang merasa mampu melakukan apa saja. Tapi kalau kita bicara rasa, maka ada pengendalian diri," ujarnya.

img_title Sri Sultan Dorong Efisiensi dan Keselamatan dalam Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY

Terkait layanan Kepolisian dan kegiatan seremonial di DIY, Sri Sultan menyatakan bahwa semua akan berjalan sesuai ketentuan. Namun, ia membuka kemungkinan untuk penyederhanaan acara-acara tertentu jika kondisi sosial tidak mendukung. "Kalau memang tidak menguntungkan, ya lebih baik tidak usah. Prinsipnya boleh, tapi harus disesuaikan," jelasnya.

Menutup pernyataannya, Sri Sultan mengajak para pemimpin daerah untuk mengedepankan kebijaksanaan dan rasa dalam mengambil keputusan. "Yang penting bukan apa yang kita pikirkan, tapi apa yang kita rasakan. Kalau sudah seimbang, baru kita bicara tentang kebijaksanaan," pungkasnya.