Afganistan Belajar Penanggulangan Bencana Alam di Karangwuni Kulonprogo

Tim NDMA Afghanistan belajar penanggulangan bencana di Kulonprogo
Sumber :
  • Humas Pemkab Kulonprogo

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Rombongan Pejabat Lembaga Utama Penanggulangan Bencana Afghanistan National Disaster Management Authority (NDMA) Afganistan berkunjung ke Kabupaten Kulonprogo untuk meninjau secara langsung praktik kesiapsiagaan bencana.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Rombongan Pejabat Afganistan diterima langsung Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo di Balai Kalurahan Karangwuni, Rabu (03/09/2025) petang.

Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso, menyampaikan bahwa Kulon Progo menjadi lokasi studi karena keberhasilannya dalam mengimplementasikan program Desa Tangguh Bencana (Destana).

img_title Kulonprogo Sambut Kunjungan Kaji Tiru Pemkab Barito Utara, Sinergi Jadi Kunci Inovasi Pemerintahan

"Selama tahun 2023-2025, kami telah mendukung 180 desa di 30 kabupaten, dan keberlanjutan ketangguhan ini sangat terasa di Kulon Progo. Kami mengajak delegasi Afghanistan untuk melihat secara langsung implementasi modul penanggulangan bencana yang terbukti efektif di Kalurahan Karangwuni," terangnya.

Contoh keberhasilan kerja sama antar kalurahan

img_title Kulonprogo Siapkan 38 Pramuka Penggalang untuk Jamnas XII di Cibubur

"Di Kalurahan Karangwuni, kerja sama evakuasi antar pemerintah kalurahan dengan Kalurahan Sogan telah terjalin dengan baik, termasuk penggunaan tempat evakuasi sementara," tambahnya.

Kunjungan delegasi Afghanistan ini merupakan bukti pengakuan global terhadap model kesiapsiagaan yang dikembangkan oleh Indonesia.

Rencananya, pada November mendatang, BNPB juga akan menerima kunjungan dari delegasi Fiji yang ingin belajar menjadi fasilitator Destana. "Ini adalah bagian dari keberhasilan kita bersama. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, TNI, dan Polri atas dukungan penuh mereka dalam upaya membangun ketangguhan ini," tutup Pangarso.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang berharga bagi delegasi Afghanistan, terutama dalam menghadapi risiko bencana yang serupa dengan Indonesia. Rangkaian kegiatan mencakup peninjauan rambu evakuasi, papan informasi, sistem EWS, dan tempat evakuasi akhir.

Deputy of National Environmental Protection Agency (NEPA), Zainul Abedin Abid, menyampaikan kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berbagi pengalaman dalam penanggulangan bencana alam.

Dikatakannya, Afghanistan baru saja dilanda gempa besar yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan parah. "Bencana seperti gempa, banjir, kekeringan, dan tanah longsor telah menghancurkan banyak rumah dan fasilitas. Oleh karena itu, kolaborasi dan kemitraan sangat dibutuhkan," katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya penanggulangan bencana sebagai isu global yang dihadapi oleh kedua negara. "Bencana alam adalah masalah bersama," tandas Abid.

Halaman Selanjutnya
img_title