Alain Scialoja: dari Tradisi Italia ke Komunitas Kopi Indonesia

Alain Scialoja, pendiri Koro Roasters
Sumber :
  • jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani

VIVA Jogja - Di tengah riuhnya Jogja Coffee Week #5, bertema “Journey to the Brew”, yang digelar pada 5–7 September 2025 di Hall B & C Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, satu sosok tampil bukan hanya sebagai pemanggang kopi, tetapi sebagai penyambung cerita.  Alain Scialoja, pendiri Koro Roasters, bukan sekadar membawa biji kopi ke panggung pameran, tetapi membawa filosofi yang lebih dalam, kopi adalah tentang komunitas, tentang cerita, dan tentang rasa yang menyatukan.

img_title DIY Kokoh di Puncak Nasional, Pendidikan Jadi Kebanggaan Awal Tahun

“Saya jatuh cinta pada kopi sangat awal dalam hidup saya,” kata Alain, pada media, Jumat (05/09/2025).

Alain yang berkebangsaan Italia, mengenang masa kecilnya di Italia, negeri dengan tradisi espresso yang kuat. Namun, cinta itu menemukan bentuk barunya ketika ia tiba di Indonesia. Di sini, ia tidak hanya mencicipi kopi, tetapi juga bertemu para petani, menyelami cerita mereka, dan menyadari bahwa kopi Indonesia memiliki kedalaman yang tak tertandingi.

img_title Yogyakarta Rayakan Tahun Baru dengan Aman, Kapolda DIY Apresiasi Masyarakat

Dari pengalaman itulah lahir Koro Roasters pada Mei 2024. Nama “Koro” bukan hanya merujuk pada proses pemanggangan, tetapi juga pada semangat koperasi dan komunitas. “Kami menyebutnya Koro karena kami ingin merayakan cerita dan kebersamaan yang ada di balik kopi,” ujar Alain.

Koro Roasters kini memiliki lebih dari 20 varian kopi dari berbagai daerah seperti Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Setiap biji dipilih bukan hanya karena kualitasnya, tetapi karena cerita di baliknya.

img_title Merapi Masih Siaga, Hujan Lereng Selatan Tingkatkan Ancaman Lahar

Dua lini utama Koro adalah, Signature Journey, yang menawarkan pengalaman rasa yang berbeda, dengan semangat  Everyday Explorer,  untuk penikmat kopi modern yang menyukai fermentasi, rasa fruity, dan aciditas yang segar. Dan pada  Classic Heritage, untuk mereka penyuka rasa klasik Indonesia, dengan proses seperti wet hull yang khas dan cita rasa yang familiar.

Setiap kemasan kopi dilengkapi dengan narasi asal-usulnya, profil petani, dan panduan penyeduhan. “Kami ingin pelanggan memahami kopi seperti kami memahaminya—dengan rasa hormat dan rasa ingin tahu,” kata Alain.

Kopi dan Pemberdayaan

Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah Kamojang Woman Harvest, kopi hasil panen perempuan yang diproses secara anaerobik. Rasanya lembut, manis, dan asidik yang menjadi simbol bagaimana kopi bisa menjadi ruang pemberdayaan dan ekspresi perempuan.

Halaman Selanjutnya
img_title