RSUP Dr Sardjito Cetak Sejarah: 50 Operasi Tumor Otak Minim Luka, Bukti Lompatan Teknologi Medis
- Istimewa
YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta menorehkan pencapaian penting dalam dunia bedah saraf nasional. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, rumah sakit rujukan ini telah berhasil melakukan 50 operasi tumor otak dengan teknik endoskopi minimal invasif melalui hidung, atau dikenal sebagai Endoscopy Transnasal Transsphenoidal Hypophysectomy.
Teknik revolusioner ini memungkinkan pengangkatan tumor di kelenjar hipofisis tanpa perlu membuka tempurung kepala. “Luka operasi hanya sekitar satu sentimeter di dalam rongga hidung, sehingga risiko jauh lebih kecil dan pemulihan lebih cepat,” ujar dr. Rachmat Andi Hartanto, Sp.BS(K), dokter Divisi Neuro-Onkologi RSUP Dr Sardjito, saat ditemui di kompleks rumah sakit, Selasa (09/09/2025).
Lonjakan Kasus dan Efisiensi Penanganan
Dari total 50 pasien yang telah menjalani prosedur ini, sebanyak 41 kasus ditangani sepanjang tahun 2025, menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi teknologi tersebut. Dibandingkan metode konvensional yang memerlukan waktu operasi hingga empat jam dan masa rawat inap 7–10 hari, teknik endoskopi ini hanya membutuhkan 1,5–2 jam dan memungkinkan pasien pulih dalam 2–3 hari. “Selain efisiensi waktu dan biaya, hasil klinisnya juga sangat baik. Sebagian besar pasien mengalami perbaikan penglihatan dan gejala neurologis,” tambah dr. Rachmat.
Relevansi dan Kebutuhan
RSUP Dr Sardjito menangani sekitar 1.100 kasus bedah saraf setiap tahunnya, dengan hampir 500 di antaranya merupakan kasus tumor otak. Dari sembilan dokter spesialis bedah saraf yang bertugas, tiga di antaranya fokus pada penanganan tumor otak. “Artinya, sekitar 40 persen kasus bedah saraf di sini adalah tumor otak. Inovasi ini sangat relevan dan berdampak luas,” jelas dr. Rachmat.
Sebagai pengembangan lanjutan, RSUP Dr Sardjito tengah mempersiapkan prosedur bedah otak dalam kondisi sadar (awake craniotomy), khususnya untuk tumor yang berada di area pusat bicara atau motorik. “Ini akan memungkinkan evaluasi fungsi otak secara langsung selama operasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Profesor Julius July dari RS Siloam Yogyakarta turut mengapresiasi pencapaian RSUP Dr Sardjito. Ia menyebut bahwa tumor otak merupakan salah satu jenis penyakit yang kini dapat ditangani tanpa bekas luka melalui pendekatan endoskopi endonasal. “RSUP Dr Sardjito menjadi salah satu rumah sakit di Yogyakarta yang mampu melaksanakan operasi ini dengan hasil yang sangat baik,” katanya.