Ni Made Dwi Panti Indrayanti, Jabat Sekda DIY Definitif

Ni Made Dwi Panti Indrayanti dilantik jadi Sekda DIY
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Ni Made Dwi Panti Indrayanti resmi dilantik oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Sekertaris Daerah DIY definitif dalam upacara pelantikan yang digelar di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (16/09/2025).

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Pelantikan Ni Made berlangsung dalam rangkaian acara “Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah DIY dan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemda DIY.” Dalam sambutannya, Sri Sultan menyiratkan bahwa Ni Made merupakan kandidat terbaik dari proses seleksi terbuka yang dilakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Ya kan hasil Baperjakat, sing ngusulke. Kan prosesnya lelang,” ujar Sri Sultan, menegaskan bahwa penunjukan dilakukan secara transparan dan kompetitif.

img_title Sri Sultan Tegaskan Kepemimpinan Dinilai dari Jejak Kerja, Bukan Kursi Jabatan

Peran Strategis Sekda

Sri Sultan menekankan bahwa posisi Sekda merupakan simpul utama dalam birokrasi pemerintahan daerah. Sekda bertugas menghubungkan visi gubernur dengan pelaksanaan operasional seluruh perangkat daerah.

img_title KKP dan Pemda DIY Siapkan Budidaya Ikan Tematik, 64 Kalurahan Lolos Verifikasi

“Di DIY, peran ini semakin krusial karena status keistimewaan bukan hanya memberi ruang otonomi, tetapi juga menuntut tanggung jawab moral, meneguhkan nilai, menjaga warisan budaya, dan memastikan kemajuan yang tidak tercerabut dari akar,” ujar Sultan.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi birokrasi digital yang humanis dan efisien. Pemda DIY telah memulai langkah tersebut melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), digitalisasi layanan publik, dan integrasi data antarinstansi. Hasilnya, Indeks Kematangan SPBE DIY meraih predikat “memuaskan” dan menempati peringkat kedua nasional.

“Dalam ekosistem birokrasi, Sekda adalah simpul. Jika simpulnya lemah, benang akan kusut. Jika simpulnya kokoh, kain akan terbentang utuh,” tutur Sri Sultan.

Dalam pidatonya, Sri Sultan juga menggarisbawahi sejumlah isu strategis yang harus segera ditangani oleh Sekda baru, antara lain penanganan sampah, Tata kelola Tanah Kas Desa (TKD), termasuk percepatan pembangunan infrastruktur Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS)

“Permasalahan sampah tetap menjadi kewenangan kabupaten/kota, namun Pemda DIY akan memfasilitasi. Begitu juga JJLS, harus ditopang dengan konektivitas utara-selatan agar benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Rekam Jejak dan Komitmen Ni Made

Halaman Selanjutnya
img_title