Turun langsung, Sultan HB X : Masyarakat Wajib Jaga Sungai

Sri Sultan HB X tebar benih ikan
Sumber :
  • Humas Pemda DIY

 

img_title Sri Sultan Tegaskan Pembangunan Makodam XXVI/Mataram Harus Sesuai Prosedur, Hak Masyarakat untuk Berdemo Tetap Dijamin

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Sungai yang bersih bukan hanya soal estetika atau sanitasi, melainkan bagian dari peradaban yang menghormati alam. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), nilai ini tertanam dalam falsafah hamemayu hayuning bawana, sebuah prinsip hidup Jawa yang menempatkan kelestarian alam sebagai inti dari harmoni kehidupan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan hal tersebut dalam kegiatan Bersih-Bersih Sungai dan Tebar Benih Ikan yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sungai Code, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Jumat (19/09/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Walikota Wawan Harmawan.

img_title Jogja Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Expo Bisnis, Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional hingga Global

“Hamemayu hayuning bawana itu bukan sekadar slogan. Ia mengandung tiga poin utama, dan yang paling relevan hari ini adalah keselamatan lingkungan. Sungai bersih adalah pilihan manusia, apakah mau dijaga atau dirusak,” ujar Sri Sultan dalam sambutannya.

Sri Sultan juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga sungai. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya aksi simbolik, tetapi bagian dari komitmen budaya yang telah diakui oleh UNESCO melalui penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia.

img_title DIY Perkuat Diplomasi Budaya Jawa di Suriname

“Sungai Code harus jadi contoh nasional. Mari kita bangun kesadaran bersama untuk tidak membuang sampah ke sungai. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi soal warisan dan tanggung jawab kita sebagai warga,” tambahnya.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Maryadi Utama, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa sungai adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Ia menekankan bahwa sungai yang bersih memberikan manfaat besar bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan ekosistem secara keseluruhan.

“Air sungai yang bersih bisa dimanfaatkan untuk pertanian, perikanan, dan kebutuhan rumah tangga. Sungai yang terawat juga mencegah banjir dan menjaga keseimbangan lingkungan,” jelas Maryadi.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi publik agar tidak membuang sampah ke sungai. Menurutnya, sungai yang kotor bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penyakit dan ancaman kesehatan masyarakat.

“Kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa sungai adalah aset berharga. Kegiatan ini semoga menjadi titik balik bagi kita semua untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan,” tutupnya.

Halaman Selanjutnya
img_title