Karnaval Hari Jadi ke-476 Kudus, Bupati Samani: Jangan Tinggalkan Sampah Tapi Kenangan Indah

Beragam kreatifitas tampil saat karnaval di Alun alun Kudus
Sumber :

KUDUS, VIVAJogja- Festival Karnaval Budaya rangkaian Hari Jadi ke-476 Kudus yang dipusatkan di Alun alun Kudus berlangsung meriah. Agenda budaya penuh warna ini dimeriahkan 22 kontingen dari SMP hingga kelompok masyarakat di Kota Kretek

img_title Doa Bersama dan Aksi Sosial Peringati Dua Tahun Wafatnya Founder, Owner dan Chairman Pura Group Kudus

Rangkaian karnaval yang disaksikan ribuan pasang mata warga, dibuka oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris didampingi istri Endhah Sam’ani Intakoris. Tampak hadir Wakil Bupati Kudus, jajaran Forkopimda, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. 

Bupati Samani menyapa peserta karnaval budaya Hari Jadi Kudus.

Photo :
  • -

img_title Peci Kulit Jagung Berteknologi AR dan Rakaat Tracker: Karya Kreatif Mahasiswa Kudus

Dalam balutan pakaian adat Kudus, jajaran pimpinan daerah hadir di tengah masyarakat. Mereka menyapa langsung peserta karnaval yang memadati pusat keramaian di Kudus pada Minggu (21/9/2025). 

Sebanyak 22 kontingen dari SMP hingga kelompok masyarakat se- Kudus, menampilkan kreativitasnya dalam pawai budaya tradisional khas Kudus. Karnaval tahun ini mengusung judul “Atma Abhinaya”, yang berarti semangat atau kekuatan yang ditunjukkan melalui ekspresi jiwa.  

img_title Persaingan PON Bela Diri 2025 Sengit, Ribuan Pendekar Tanah Air Adu Digdaya di Kudus

Tema tersebut selaras dengan tema besar Hari Jadi ke-476 Kudus, yakni “Harmoni dalam Toleransi”, yang merefleksikan pentingnya kebersamaan, keberagaman, dan gotong royong dalam kehidupan masyarakat Kudus.  

Bupati Sam’ani menegaskan, karnaval ini bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan momentum untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan UMKM lokal. 

“Kita boleh berbeda, tetapi tetap harus menjaga persatuan. Mari kita doakan bersama agar Kudus selalu damai, aman, ekonominya lancar, dan masyarakatnya sejahtera," tukas Sama ni. 

Ia pun berterima kasih kepada Forkopimda, TNI, Polri, seluruh instansi dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya acara ini.

Dari pantauan diswayjateng, ragam atraksi budaya menghiasi jalannya karnaval. Mulai dari rewang mbangun omah, kisah moderasi Sunan Kudus, Kidung Rahtawu, hingga seni rakyat tentang Bendung Logung dan cerita monyet dari Rahtawu. 

Kreativitas peserta yang rela berpanas-panasan di jalan raya, disambut riuh antusiasme warga sepanjang rute karnaval.  

Bupati Sam’ani juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan selama acara berlangsung. 

“Ini adalah budaya kita yang harus terus dijaga. Para leluhur telah berjuang mendirikan bangsa dan daerah ini, maka sudah semestinya kita melestarikannya. Saya berpesan kepada masyarakat yang hadir jangan tinggalkan sampah, tapi tinggalkan kenangan indah,” pinta Samani. 

Halaman Selanjutnya
img_title