Kolaborasi Industri Besar PT Sucofindo Dorong IKM Logam Semarang Naik Kelas
- Istimewa
VIVA Jogja - Pemerintah Kota Semarang terus mengupayakan penguatan sektor industri kecil dan menengah (IKM), khususnya bidang logam, sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah penyelenggaraan kegiatan Business Matching Sentra IKM Logam Semarang 2025 yang digelar di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), pada Kamis (11/09/2026) lalu.
Kegiatan ini mempertemukan pelaku IKM logam dengan perusahaan industri besar, baik dari sektor swasta maupun BUMN, serta melibatkan instansi pemerintah dan asosiasi industri. Tujuannya adalah membangun kemitraan yang saling menguntungkan, memperluas jejaring bisnis, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Tri Supriyanto, menyebut forum ini sebagai ajang strategis untuk membuka peluang kolaborasi lintas sektor. “Melalui acara ini, para pelaku usaha bisa saling bertukar informasi, menjajaki kerja sama, dan merumuskan langkah bersama dalam menghadapi tantangan industri logam,” ujarnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur IKM Logam Mesin Elektronika dan Alat Angkut Kementerian Perindustrian, Dini Hanggadari, bersama Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, dan Tri Supriyanto. Dalam sambutannya, Dini menekankan pentingnya kemitraan antara IKM dan industri besar untuk memperkuat struktur industri nasional.
“Jumlah IKM di Indonesia mencapai lebih dari 4,5 juta unit, jauh melampaui jumlah industri besar yang hanya sekitar 10 ribu unit. Namun, kontribusi output industri besar masih mendominasi hingga 78 persen. Karena itu, diperlukan program link and match agar IKM bisa naik kelas dan berkontribusi lebih besar,” jelas Dini.
Ia mencontohkan kemitraan yang telah terjalin di Kota Tegal antara pelaku IKM dan PT United Tractors sebagai model yang bisa direplikasi di Semarang. “Kegiatan seperti ini membuka akses komunikasi dan mempertemukan IKM dengan mitra potensial,” tambahnya.
Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Ahmad Fauzie Nur, turut menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku IKM logam dan perusahaan besar. Menurutnya, ekosistem bisnis yang inklusif dan kompetitif hanya bisa tercipta melalui kolaborasi yang berkelanjutan.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Penjualan dan Dukungan Operasi PT SUCOFINDO Cabang Semarang, Sigit Ade Pamungkas. Ia menyatakan bahwa partisipasi SUCOFINDO dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung penguatan daya saing IKM, khususnya sektor logam.