Tradisi Kenduren Massal Cara Warga Syukuri Hari Jadi Kudus ke 476

Tradisi kenduren memiliki filosofi bagi masyarakat Jawa
Sumber :

KUDUS, VIVAJogja- Ribuan warga Kabupaten Kudus memadati acara Kenduren Massal rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-476 Kabupaten Kudus, Senin (22/9/2025) malam.

img_title Keluhan Warga Bikin Kantah Kudus Bergerak, Birokrasi Pengurusan Peralihan Tanah Dipangkas

Agenda Pemkab Kudus ini menjadi ajang kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga Kota Kretek. 

Kenduren rangkaian HUT ke-476 Kudus

Photo :
  • -

img_title Bukan Sekedar Lip Service, Kudus Terapkan Pelayanan Publik dengan Semangat Otonomi Daerah

‎Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersyukur atas terselenggaranya tradisi yang sarat makna tersebut. Tradisi kenduren menjadi agenda tahunan, dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT serta sarana memperkokoh kebersamaan.

‎“Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa berkumpul dalam suasana penuh kebahagiaan. Kenduren Massal menjadi simbol kerukunan dan persatuan, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ucapnya.

img_title Kinerja Cepat dan Sigap Tangani Bencana dan Keracunan MBG Kudus Berbuah Penghargaan

‎Dengan mengusung tema Harmoni dalam Toleransi, HUT ke-476 Kabupaten Kudus diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan dalam membangun daerah.

‎Sam’ani menegaskan, keharmonisan hanya dapat terwujud apabila masyarakat mampu menghargai perbedaan dan menempatkan toleransi sebagai nilai utama.

‎“Kita semua berkumpul di sini tanpa sekat, baik pemerintah maupun masyarakat. Inilah bukti bahwa Kudus adalah rumah bersama, di mana kerjasama menjadi kunci untuk mencapai kesejahteraan,” tambahnya.

‎Sam’ani menyebut bahwa tradisi kenduren memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Jawa.

Selain sebagai ungkapan syukur, tradisi ini juga meneguhkan semangat gotong royong, mempererat persaudaraan, serta menjadi perekat sosial.

‎Dalam konteks pembangunan daerah, nilai-nilai tersebut menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas Kudus.

‎“Kondisi aman, damai, dan tenteram yang kita rasakan saat ini tidak lepas dari peran ulama, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimda, dan seluruh elemen warga. Inilah fondasi kuat dalam melangkah menuju masa depan Kudus yang lebih baik,” tegasnya.

‎Sam’ani juga mengajak seluruh masyarakat Kudus untuk terus bersinergi dalam mendukung program pembangunan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan faktor kunci keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

‎“Tanpa dukungan masyarakat, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Demikian pula sebaliknya. Maka mari kita jaga hubungan harmonis ini dengan saling mendukung, berkolaborasi, dan bekerja sama,” tuturnya.

‎Bupati Kudus mengajak seluruh hadirin untuk melangitkan doa bagi keselamatan dan keberkahan daerah.

Halaman Selanjutnya
img_title