Wakil Bupati Sleman Dorong Kolaborasi Sukseskan Program Rehabilitasi RTLH

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa
Sumber :
  • Istimewa

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Pemerintah Kabupaten Sleman terus mengupayakan pengentasan kemiskinan melalui program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tahunan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus menurunkan angka kemiskinan di wilayah Sleman.

img_title Ribuan Warga Manfaatkan Klinik Perizinan dan Investasi DPMPTSP Kota Yogyakarta

Pada tahun 2025, sebanyak 597 unit rumah di 17 kapanewon menjadi sasaran rehabilitasi RTLH. Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sleman dengan total anggaran mencapai Rp 8,3 miliar. Selain itu, dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah DIY melalui dana keistimewaan untuk 45 unit rumah, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sleman yang mengalokasikan bantuan bagi 34 rumah.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk turut serta menyukseskan program tersebut.

img_title Gotong Royong Bedah Rumah di Semaki, Pemkot Yogyakarta Teguhkan Solidaritas Warga

“Meski program ini ditopang oleh APBD, kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor agar program RTLH benar-benar berdampak dan mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan,” ujar Danang dalam keterangan tertulisnya.  

Danang yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sleman menyebut, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, rehabilitasi RTLH menjadi salah satu strategi konkret yang dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan.

img_title Lomba Masak Warnai Hari Anak Nasional, Media dan Pemerintah Perkuat Sinergi

“Dengan kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dunia usaha, dan masyarakat, kami optimistis persoalan RTLH di Sleman bisa dituntaskan dalam lima tahun ke depan,” tambahnya.

Data Dinas Sosial Sleman menunjukkan tren penurunan jumlah keluarga miskin dalam beberapa tahun terakhir. Pada semester I 2025, tercatat 28.678 keluarga miskin, menurun dari 29.308 keluarga pada 2024. Adapun pada 2023 dan 2022, jumlahnya masing-masing 30.058 dan 30.808 keluarga. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik DIY mencatat persentase penduduk miskin di Sleman saat ini berada di angka 7,46 persen.

Sementara itu, Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Suwarsono, menyampaikan bahwa progres pelaksanaan rehabilitasi RTLH tahun ini telah mencapai lebih dari 85 persen. “Surat keputusan penerima bantuan sudah terbit sejak Juni dan Juli lalu. Saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title