Danone SN Indonesia Resmikan PLTS Atap di Pabrik Prambanan, Dukung Target Energi Terbarukan Nasional
KLATEN, VIVAJogja - Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia meresmikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Pabrik Sarihusada Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target pemerintah terkait transisi menuju energi baru terbarukan.
PLTS Atap yang dibangun memiliki kapasitas hingga 828 kilowatt-peak (KWP) dan mampu menghasilkan sekitar 1.178.838 kilowatt-jam (KWH) energi listrik per tahun.
Pembangkit ini diperkirakan dapat mengurangi emisi karbon sebesar 934 ton CO2 per tahun—setara dengan penanaman lebih dari 13 ribu pohon.
Peresmian ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Danone SN Indonesia dalam mendorong penggunaan energi baru terbarukan di sektor industri.
CEO Danone SN Indonesia, Joris Bernard mengatakan, pihak perusahaan menargetkan penggunaan 100% energi listrik terbarukan secara global pada 2030 dan mencapai karbon netral pada seluruh rantai pasok pada 2050.
"Peluncuran PLTS Atap di Pabrik Prambanan memperkuat komitmen kami terhadap keberlanjutan sekaligus mendukung target pemerintah dalam transisi energi," ujar Joris pada Senin (23/9/2025).
Menurut Joris, Implementasi PLTS Atap ini melengkapi penggunaan boiler biomassa berbahan sekam padi yang sebelumnya telah dioperasikan Danone SN Indonesia di pabrik yang sama.
Teknologi tersebut berhasil mengurangi emisi karbon hingga 8.300 ton CO2 per tahun, atau setara 32% dari total emisi kegiatan produksi di fasilitas tersebut.
Pemerintah Indonesia menargetkan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 31,89% secara mandiri dan 43,20% dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
Target ini diperkuat melalui Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon, serta Peraturan Menteri LHK No. 21 Tahun 2021.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menyampaikan apresiasi atas langkah Danone SN Indonesia.
Ia menegaskan bahwa penggunaan energi baru terbarukan di Jawa Tengah telah mencapai 18,55% per 2024, mendekati target 21,32% pada 2025.
"Kami mendukung investasi dan inisiatif sektor swasta dalam percepatan transisi energi. PLTS Atap di Pabrik Prambanan adalah contoh konkret kontribusi industri dalam mencapai target ini," kata Agus.
Inisiatif pembangunan PLTS Atap ini dilakukan melalui kerja sama dengan SUN Energy, penyedia solusi energi surya.