Dana Hibah Pertamina Foundation Dorong Transformasi Kampoeng Kakao Menoreh dan UMKM Lokal ke Panggung Global
- jogja.viva.co.id/Fuska Sani Evani
YOGYAKARTA VIVA Jogja – Pertamina Foundation terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program strategis. Salah satu inisiatif yang mencuat adalah transformasi Kampoeng Kakao Menoreh di Kulonprogo, Yogyakarta, serta keberhasilan UMKM binaan menembus pasar internasional.
Kampung Kakao Menoreh, yang digagas oleh kelompok pemuda dan petani lokal, berhasil menarik perhatian dalam ajang kompetisi PH Muda yang diselenggarakan oleh Pertamina Foundation.
Kompetisi PH (Pertamina Foundation) adalah bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh Pertamina Foundation untuk mendorong lahirnya ide-ide bisnis sosial dari kelompok pemuda, komunitas, dan pelaku usaha lokal. Program ini dikenal juga sebagai bagian dari inisiatif PF Series, seperti PH Muda dan PFsains, yang bertujuan menciptakan dampak sosial dan ekonomi melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa pendanaan strategis dapat mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Kampoeng Kakao Menoreh, Rafi Yazid Muzaki yang ditemui di booth Kampoeng Kakao Menoreh SMEXPO di Pasar Ngasem, Yogyakarta, Sabtu (27/09/2025), menyatakan bahwa partisipasi mereka dalam PH Muda bukan sekadar kompetisi bisnis, melainkan langkah konkret membangun ekosistem sosial. “Kami mengembangkan model bisnis yang manfaatnya langsung dirasakan oleh kelompok wanita tani (KWT), kelompok tani KKU, dan Karang Taruna yang mengelola wisata edukatif,” ujarnya.
Melalui kompetisi tersebut, Kampoeng Kakao Menoreh memperoleh dana hibah sebesar Rp 50 juta. Dana ini digunakan untuk membangun fasilitas kelas dan klinik KKU, serta rumah pengering kakao yang sangat dibutuhkan petani. Sebelumnya, proses penjemuran kakao hanya dilakukan di pekarangan rumah dan sangat bergantung pada cuaca.
“Kalau hujan, petani bingung harus menjemur di mana. Rumah pengering ini sangat membantu dan meningkatkan kualitas hasil panen,” tambah Rafi.
Program PH Muda sendiri merupakan skema pendanaan kompetitif bagi kelompok masyarakat dengan ide bisnis berdampak sosial. Pada angkatan 2024, sebanyak 71 kelompok lolos seleksi dan menerima pendanaan maksimal Rp 50 juta per kelompok. Pendekatan kompetitif ini mendorong akuntabilitas dan inovasi dalam pengelolaan dana hibah.
Kini, Kampoeng Kakao Menoreh tidak hanya menjadi pusat produksi kakao, tetapi juga berkembang sebagai destinasi eduwisata yang mengedepankan nilai lokal dan keberlanjutan. Dukungan dari Pertamina Foundation membuktikan bahwa kolaborasi antara pemuda, petani, dan lembaga sosial mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.