Sanggar Lestari Cagar Budaya: Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Pelestari Candi Prambanan

Pelatihan Sanggar Lestari Cagar Budaya
Sumber :
  • Istimewa

 

img_title Destinasi Warisan Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI, InJourney Hadirkan Aktivasi Budaya dan Sport Tourism di Empat Lokasi

YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Upaya pelestarian warisan budaya di kawasan Candi Prambanan mendapat dorongan baru melalui program pelatihan “Sanggar Lestari Cagar Budaya” yang digelar oleh InJourney Destination Management (IDM) bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapabilitas para pelaku pelestarian, mulai dari juru pugar, juru pelihara, teknisi konservasi, hingga petugas pelayanan wisata seperti customer service dan keamanan.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, dari 24 hingga 26 September 2025, di kompleks Keraton Ratu Boko, Sleman, Yogyakarta. Sebanyak puluhan peserta dari berbagai situs cagar budaya di Yogyakarta dan Klaten, termasuk Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Ijo, Candi Gebang, Candi Plaosan, dan Candi Banyunibo, turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

img_title Sleman Temple Run 2026 Angkat Pesona Candi dan Wisata Alam Sleman Timur

General Manager Prambanan dan Ratu Boko, Ratno Timur, menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor pelestarian dan pariwisata. “Program ini menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi para pelestari budaya, khususnya mereka yang berada di garis depan dalam menjaga dan melayani pengunjung situs cagar budaya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Selama pelatihan, peserta menerima materi tentang pelestarian cagar budaya, pelayanan prima, kerja sama tim, keselamatan kerja, serta pertolongan pertama dalam situasi darurat. Di hari terakhir, peserta diajak mengikuti kegiatan mancakrida untuk memperkuat karakter dan membangun sinergi antarpeserta.

img_title Junior Wanderer: Prambanan Hadirkan Wisata Edukatif untuk Generasi Muda

Pamong Budaya Ahli Madya dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X, Dwi Astuti, mengapresiasi inisiatif ini. Menurutnya, peningkatan kompetensi teknis dan nonteknis sangat penting bagi para pelestari yang bekerja langsung di lapangan. “Pengetahuan dan keterampilan harus terus diperbarui agar pelestarian berjalan optimal,” katanya.

Sementara itu, Purwadi (55), juru pelihara Candi Sewu yang telah mengabdi selama puluhan tahun, menyambut baik pelatihan ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Program ini sangat bermanfaat untuk memperkaya wawasan kami. Semoga bisa diteruskan agar semakin banyak pelestari mendapatkan pembekalan yang relevan dan terkini,” tuturnya.

Program Sanggar Lestari Cagar Budaya menjadi bukti nyata kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga warisan budaya Indonesia, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan wisata di situs-situs bersejarah.

Halaman Selanjutnya
img_title